Maduro Ditangkap AS, Delcy Rodriguez Naik Jabatan Jadi Presiden Venezuela

39 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk sementara pemimpin sementara negara itu. Delcy Rodriguez naik ‘jabatan’ setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro lalu membawanya ke luar negeri untuk diproses di pengadilan.

Menurut dari beberapa laporan, pengadilan tinggi memutuskan bahwa Rodriguez mengambil alih dan menjalankan pemerintahan Venezuela. Politikus perepuan 56 tahun itu untuk sementara akan menggunakan semua atribut, tugas, dan wewenang yang melekat pada jabatan Presiden.

- Advertisement -

“Untuk menjamin kesinambungan administrasi dan pertahanan komprehensif negara,” demikian ulasan The Guardian yang dikutip pada Minggu, (4/1/2026).

Para hakim Mahkamah Agung tak sampai menyatakan Maduro bakal absen secara permanen dari jabatan Presiden Venezuela. Dengan keputusan itu, sebagai sinyal Venezuela mesti mengadakan pemilihan dalam waktu 30 hari.

- Advertisement -

Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menangkap Maduro ini jadi sorotan internasional. Selain melanggar aturan, Trump juga dikritik menghancurkan Venezuela dengan konsekuensi yang berdampak terhadap negara itu.

Dua belas jam setelah serangan militer AS yang berujung penangkapan Maduro di Caracas, warga Vanezuela merenungkan apa yang terjadi di ibu kota. Banyak warga Venezuela syok dengan insiden yang terjadi pada pada Sabtu pagi.

Banyak warga yang terbangun oleh suara ledakan dan pesawat AS yang terbang di atas kepala dengan sangat mengerikan.

Pengakuan Alpidio Lovera (47), seorang warga Caracas berlari ke bukit bersama istrinya yang tengah hamil untuk menghindari serangan udara AS. Dia menuju bukit bersama warga Carcas lainnya.

Saudari dari Lovera, Linda Unamuno, (39), menangis tersedu-sedu saat mengingat malam yang mengerikan itu. “Ledakan itu menghancurkan seluruh atap rumah saya,” kata Unamuno.

Dari laporan The Guardian yang mengutip NBC News, Maduro dibawa dengan helikopter. Menurut sumber pejabat kepada NBC News, Maduro selanjutnya dibawa militer AS untuk diproses di pengadilan dan dijebloskan ke penjara Metropolitan Detention Center.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjelaskan kepada CBS News tentang operasi khusus AS di Venezuela.

Trump sebelumnya mengatakan AS akan ‘mengelola’ Venezuela sampai saatnya bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.

Terkait omongan Trump itu, Pete Hegseth menyampaikan bahwa Presiden AS ke 47 itu punya syarat terhadap Venezuela. Kata dia, Trump selanutnya punya kewenangan untuk menentukan Venezuela.

Dia menyebut kewenangan itu termasuk peredaran narkoba berhenti. “Itu berarti minyak yang diambil dari kita dikembalikan, pada akhirnya, dan para penjahat tidak dikirim ke Amerika Serikat,” kata Hegseth dikutip dari The Guardian, Minggu, (4/1/2026).

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
39 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru