HOLOPIS.COM, JAKARTA – Langkah Amerika Serikat yang menyerang Venezuela serta menangkap Presiden Nicolas Maduro jadi sorotan dunia internasional. Tindakan AS itu mencederai prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik Jazuli Juwaini mengecam keras serangan militer AS terhadap Venezuela. Jazuli mengkritisi tindakan AS itu tak hanya melanggar kedaulatan negara.
Menurut Jazuli, cara AS itu merusak mekanisme hukum dan diplomasi internasional. Dia menyoroti demikian karena selama ini AS selalu menggaungkan perdamaian dan mendorong ketertiban dunia.
Dia bilang manuver AS ke Venezuela merupakan pelanggaran serius dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tindakan negara adidaya itu tak bisa dibenarkan.
“Tidak ada satu pun negara yang dibenarkan menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan,” kata Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (4/1/2026).

Jazuli pun menyoroti AS yang menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Dia menegaskan kelakuan AS itu melampaui tata hukum internasional yang beradab.
Pun, Jazuli menambahkan, tindakan AS juga berbahaya jika dibiarkan dan diterima sebagai hal yang normal dalam hubungan internasional.
Menurut dia, kelakuan AS jangan malam membuat hukum internasional tak lagi jadi pedoman.
“Bahkan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa. Jika hukum internasional runtuh, maka dunia akan berada di ambang chaos dan ketidaktertiban global,” tutur politikus PKS itu.
Lebih lanjut, Jazuli menambahkan dengan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional akan memperbesar potensi konflik terbuka antarnegara. Selain itu, meningkatkan eskalasi ketegangan global.
Bagi dia, dengan cara AS itu bisa jadi ancaman terjadinya Perang Dunia Ketiga. Ia menyebut ancaman Perang Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang mustahil.
“Perang bisa pecah kapan saja jika negara-negara kuat terus memaksakan kehendaknya dengan kekuatan militer,” kata Anggota Komisi I DPR RI itu.
Maka itu, Jazuli menyerukan kepada PBB dan komunitas internasional untuk bersikap tegas terhadap kelakuan AS. Dia mendesak adanya menegakkan hukum internasional secara adil. Selain itu, mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, bukan kekerasan.
“Perdamaian dunia hanya dapat dijaga jika semua negara, tanpa kecuali, tunduk pada hukum internasional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta kemanusiaan,” ujar Jazuli.

