HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia diminta tetap bisa menjaga hubungan baik dengan China secara beradab. China saat ini dinilai punya peran penting untuk Indonesia.
Pengamat hubungan internasional Rezasyah mengatakan penting menjaga hubungan dengan China berdasarkan hukum dengan sikap saling menghargai dan beradab.
Rezasyah menjelaskan, Indonesia dan China sudah memiliki hubungan kerja sama yang sudah terjalin sejak ribuan tahun. Namun, ia juga beri masukan agar Indonesia juga tak tergantung terhadap satu sumber saja.
Dia mengatakan demikian, karena Indonesia punya potensi besar dalam hubungan bilateral dengan negara lain.
“Indonesia itu terlalu besar untuk jadi ekor dari negara manapun,” kata Rezasyah, dalam seminal refleksi 2025 di Jakarta, Senin, (29/12/2025).
Rezasyah menuturkan selain China, Indonesia perlu tetap menjaga hubungan dan bersinergi dengan negara manapun. Kata dia, penting hubungan yang saling beradab dan saling menghargai.
Menurut dia, sinergi terbaik mesti bisa dilakukan dengan cara saling menghargai prinsip-prinsip kedaulatan negara masing-masing.
Pun, dia menuturkan dalam menjalin hubungan dengan China, Indonesia harus bisa belajar dari kesuksesan yang sudah dicapai China dalam berbagai bidang. Dengan demikian, Indonesia bisa bisa mewujudkan tata kelola yang baik.
Selain itu, Indonesia bisa merealisasikan pembangunan negara yang bebas dari korupsi. Lalu, Indonesia juga diharapkan memiliki keterpaduan antara pemerintah dan masyarakatnya.
“Ini adalah tantangan besar yang kita harus lakukan di dalam negeri kita, agar kita mendapat rasa hormat yang lebih tinggi juga dari pihak China atas diri kita,” ujar Rezasyah.
Lebih lanjut, dia bilang hubungan dagang antara Indonesia dengan China perlu ditingkatkan agar produk dalam negeri bisa melonjak dan makin dicintai oleh rakyat Indonesia. Hal itu perlu dilakukan di tengah menjamurnya produk-produk China di pasar domestik.
Selain itu, Pemerintah RI juga harus melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah agar bisa punya daya saing.
“Pemerintah harus melakukan pemihakan, karena UMKM itu, relatif sekitar 80 persen ekonomi kita itu pelakunya adalah UMKM,” kata dia.


