Solusi Air Bersih Pascabanjir: TNI Kerahkan Reverse Osmosis

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya pemulihan pascabanjir bandang di Sumatera Barat terus dilakukan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, TNI menurunkan kendaraan khusus reverse osmosis guna menyediakan air bersih bagi warga Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang masih mengalami kekurangan air pascabencana.

Sejumlah titik di Palembayan hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan pasokan air bersih setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Kondisi ini mendorong TNI bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.

“Pada Jumat, 26 Desember 2025, Prajurit Denzipur 2/PS Kodam XX/TIB tanpa kenal lelah mendistribusikan air bersih menggunakan kendaraan khusus reverse osmosis kepada masyarakat yang membutuhkan,” demikian keterangan resmi dari Puspen TNI, dikutip Sabtu (27/12/2025).

Distribusi air bersih dilakukan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, dengan sasaran utama warga yang kesulitan memperoleh air layak konsumsi. Air tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga kebersihan rumah tangga.

Keberadaan kendaraan reverse osmosis diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang efektif selama jaringan air bersih permanen belum sepenuhnya pulih. Teknologi ini dikenal mampu menyaring berbagai kontaminan berbahaya, seperti mineral berlebih, bakteri, virus, serta zat terlarut lainnya, sehingga menghasilkan air yang sangat murni dan aman digunakan.

Reverse osmosis selama ini banyak dimanfaatkan untuk desalinasi air laut, penyediaan air minum rumah tangga, hingga kebutuhan industri, karena kemampuannya menghilangkan hampir seluruh kotoran dalam air.

- Advertisement -

Selain TNI, Polri juga turut ambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di Palembayan. Personel Brimob Polri dilaporkan membagikan air bersih kepada warga terdampak melalui Posko Koto Alam, sebagai bentuk sinergi lintas institusi dalam penanganan bencana.

Sementara itu, pemerintah pusat terus mempercepat transisi penanganan bencana menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan paling mendesak, seperti air bersih, listrik, layanan kesehatan, serta pemulihan ekonomi lokal.

“Langkah ini ditempuh agar penanganan tidak berhenti pada tanggap darurat, tetapi segera menggerakkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, saat memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, BUMN dan relawan di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/12/2025).

Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU