Kamis, 26 Feb 2026
BREAKING
Kamis, 26 Feb 2026
BAHASA
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Kue Gutel, Panganan Khas Gayo yang Disorot Usai Dicicipi Presiden Prabowo

29 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tengah pada Jumat (12/12) kemarin, tak hanya menyisakan cerita soal penanganan banjir dan longsor.

Di Takengon, perhatian publik ikut tertuju pada satu kudapan tradisional yang ikut hadir di tengah suasana pengungsian: gutel, panganan khas suku Gayo yang dicicipi langsung oleh Kepala Negara tersebut.

- Advertisement -

Usai meninjau posko pengungsian dan melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Abrar yang juga difungsikan sebagai tempat berlindung warga terdampak, Prabowo menyapa para pengungsi.

Ia berdialog dengan warga, menghampiri anak-anak di tenda pengungsian, hingga meninjau dapur umum.

- Advertisement -

Di momen itulah, seorang anak muda meminta Prabowo mencicipi gutel, jajanan tradisional yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat Gayo.

Sajian Manis itu Bernama ‘Gutel’

Gutel merupakan kudapan berbahan dasar tepung beras yang dicampur kelapa parut, gula (sering kali gula aren), garam, serta air atau santan.

Adonan tersebut diolah hingga kalis, dibentuk lonjong seukuran telur ayam, lalu dibungkus daun pandan sebelum dikukus hingga matang.

Proses sederhana itu menghasilkan makanan bertekstur agak keras dengan rasa manis legit dan aroma pandan yang khas.

Fakta Unik tentang Kue Gutel

Di balik bentuknya yang sederhana, gutel menyimpan fungsi penting. Makanan ini dikenal tahan lama dan bisa disimpan selama beberapa hari, sehingga kerap dijadikan bekal perjalanan jauh.

Dalam tradisi Gayo, gutel menjadi andalan saat berburu, bercocok tanam di hutan, hingga menemani perjalanan panjang di daerah pegunungan.

Lebih dari sekadar pengganjal perut, gutel juga merepresentasikan nilai budaya dan sejarah.

Kudapan ini kerap dikaitkan dengan semangat perjuangan dan kearifan lokal masyarakat Gayo, bahkan masih disajikan dalam berbagai acara adat.

Aroma pandan yang membungkusnya seakan menjadi penanda identitas kuliner dataran tinggi Aceh.

Seiring berkembangnya makanan modern, keberadaan gutel memang tak lagi mudah ditemui dalam keseharian.

Namun, panganan ini tetap dilestarikan dan masih bisa dijumpai di acara-acara khusus, kedai makanan khas Gayo, hingga dijadikan oleh-oleh.

Momen ketika Prabowo mencicipinya di pengungsian Takengon pun membuat gutel kembali disorot, mengingatkan publik pada kekayaan kuliner lokal yang sarat makna.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
29 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru