HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 5 Desember, dunia merayakan Hari Sukarelawan Internasional atau International Volunteer Day (IVD). Peringatan ini menjadi momen untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan—mereka yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan hati untuk membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Relawan adalah individu yang melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, hingga penanggulangan bencana. Kehadiran mereka sering kali menjadi kunci dalam mempercepat bantuan dan memulihkan kehidupan masyarakat di banyak wilayah.
Penetapan Hari Relawan Internasional dimulai pada tahun 1985, ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan Resolusi 40/212. Sejak itu, tanggal 5 Desember resmi dijadikan hari untuk merayakan kontribusi para relawan di seluruh dunia.
Melalui peringatan ini, PBB berharap semakin banyak orang dari berbagai kalangan terinspirasi untuk terlibat dalam kegiatan sukarela, baik di dalam negeri maupun internasional. Kesukarelaan dinilai memiliki dampak besar untuk pembangunan ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
Pada 1997, PBB kembali menguatkan perannya melalui Resolusi 52/17, yang mendeklarasikan tahun 2001 sebagai Tahun Relawan Internasional (IYV). Langkah ini bertujuan mendorong pengakuan lebih besar terhadap kerja para relawan, memperluas jaringan komunikasi, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat layanan sukarela.
Tahun berikutnya, pada 2002, Majelis Umum PBB meminta United Nations Volunteers (UNV) untuk memastikan bahwa peringatan Hari Relawan Internasional dapat memberikan dampak maksimal. Sejak itu, UNV secara rutin mengoordinasikan kampanye global untuk menegaskan peran relawan dalam pembangunan dan perdamaian dunia.
Hari Sukarelawan Internasional tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan jasa para relawan, tetapi juga menjadi kesempatan berbagai organisasi, komunitas, lembaga pemerintah, kampus, hingga sektor swasta untuk berkolaborasi memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam konteks global, kesukarelaan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan dunia—mulai dari kemiskinan, bencana alam, perubahan iklim, hingga masalah sosial lainnya. Melalui momentum ini, PBB mengajak masyarakat dunia untuk terus menanamkan semangat gotong royong dan mendorong lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

