Optimis Ekonomi RI 2026 Tembus 5,5 Persen, Begini Rekomendasi Kadin

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimis ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5,5 persen pada tahun 2026. Keyakinan itu disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.

Menurut Anin, sapaan akrabnya, proyeksi tersebut bukan sekadar harapan kosong. Arah kebijakan pemerintah, ditambah program strategis lintas kementerian dan lembaga, dinilai memberi sinyal kuat bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi sangat mungkin terjadi.


“Kita optimistis pada 2026, Pemerintah bersama dunia usaha bisa menggerakkan ekonomi di atas 5,5 persen. Kita yakin bahwa 5,5 persen bisa tercapai. Ada 17 program dan delapan agenda prioritas, mulai menunjukkan optimisme,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Kamis (4/12/2025).

Optimisme Kadin semakin menguat berkat sederet program Quick Wins dari pemerintah, yang mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Program tersebut mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), program tenaga kerja migran yang dikirim lewat Kadin, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), hingga Rumah Terjangkau Layak Huni (RTLH) yang ditargetkan mampu mencapai 3 juta unit per tahun.

“Jadi ini merupakan hal-hal yang kita tes sendiri selama setahun, dan hasilnya benar-benar menunjukkan optimisme,” lanjut Anindya.

- Advertisement -

Untuk menopang target petumbuhan ekonomi tersebut, Anin menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk pemerintah. Pertama, Kadin menekankan perlunya sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha agar target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen dapat tercapai.

Kadin juga menyoroti urgensi penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi generasi muda. Pemerintah disebut berencana meningkatkan peserta magang dari 20 ribu menjadi 80 ribu orang.


“Ini merupakan perhatian khusus, karena kita mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Cukup banyak setiap tahunnya, apalagi banyak sekali demografi kita, yang termaksud di dalamnya adalah gen Z, generasi muda yang membutuhkan tentunya lapangan pekerjaan,” katanya.

Kadin juga mendorong peningkatan investasi di sektor pertanian, industri, hingga infrastruktur. Deregulasi dan insentif menjadi kunci agar dunia usaha makin ekspansif.


Saat ini, lanjut Anin, kontribusi investasi terhadap PDB berada di 28 persen, namun idealnya naik bertahap hingga 40 persen. Likuiditas Rp200 triliun yang disalurkan kepada bank Himbara disebut bisa menciptakan proyek-proyek baru, asalkan regulasinya tepat.


“Itu bisa sampai kepada program-program atau proyek-proyek baru oleh pengusaha-pengusaha… berbarengan dengan deregulasi dan juga insentif yang diberikan,” kata Anindya.

Kadin juga mendorong hilirisasi sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan elektronik, sekaligus menyiapkan hilirisasi industri masa depan seperti kendaraan listrik, elektrifikasi, energi terbarukan, dan industri hijau. 
Kemandirian riset nasional juga disebut penting sejalan dengan arahan Presiden dan Kepala BRIN.

Menurut Anindya, program MBG bukan sekadar urusan gizi, tetapi pondasi produktivitas jangka panjang. Penguatan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, hingga pemberian insentif riset dan teknologi dinilai perlu terus dipercepat.

Kadin juga menyoroti pentingnya memperluas akses perdagangan ke sejumlah negara, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Peru. Pelibatan UMKM dalam rantai nilai global menjadi prioritas lanjutan.


“Ada beberapa usulan tambahan, seperti insentif di R&D dan teknologi… Lalu bagaimana melibatkan UMKM lebih banyak lagi, itu program-program quick win tadi,” kata Anindya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU