HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil mengamankan buronan internasional Dewi Astutik alias Mami di Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa, kemarin. Dewi merupakan gembong narkoba yang terkait dengan Segitiga Emas atau Golden Triangle.
Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka meminta aparat bisa mengungkap jaringan narkoba Dewi Astutik hingga akarnya. Ia bilang Dewi sebagai figur dengan peran vital dalam jaringan yang menghubungkan pemasok dari Golden Triangle, jalur pergerakan dari Golden Crescent.
Kata dia, jaringan itu kabarnya bisa mamasok distribusi ke Asia Timur dan Asia Tenggara. Menurut Martin, jangan pernah berhenti pada satu nama.
“Penangkapan ini harus dipakai untuk menarik benang panjang: siapa pemasoknya, siapa operator logistiknya, siapa pencucian dananya, dan siapa pelindungnya. Itu semua harus terungkap,” kata Martin di Jakarta, Rabu, (3/12/2025).

Martin menyarankan agar pemerintah melalui aparatnya meningkatkan analisis intelijen terhadap pola pergerakan jaringan narkoba yang semakin adaptif.
Lebih lanjut, Martin mengatakan, dugaan keterlibatan Dewi dengan jaringan Fredy Pratama memperlihatkan sindikat narkoba kini saling beririsan dan saling menopang. Maka itu, menurut dia, pembongkaran jaringan harus dilakukan secara paralel.
Dia menyebut Dewi bukan gerombolan kecil terkait narkoba.
“Ini bukan gerombolan kecil. Penegakan hukum harus memutus seluruh simpulnya, termasuk aliran dana internasional yang menopang operasi mereka,” katanya.
Kemudian, ia menyampaikan keberhasilan penangkapan Dewi juga mesti jadi momentum meningkatkan kepercayaan publik. Hal itu terutama dalam peningkatan kepercayaan kerja pemberantasan narkotika nasional.
“Pesan utamanya jelas, negara hadir, negara mengejar, dan negara tidak takut menghadapi kartel internasional,” kata dia.
Sebelumnya, BNN bersama tim gabungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil mencokok Dewi Astutik alias Mami. Dewi merupakan buronan internasional.
Wanita asal Ponorogo itu juga aktor di balik penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun jaringan internasional Golden Triangle.
Begitu diringkus, wanita bernama asli Pariyatin (43) itu langsung digelandang ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten pada Selasa, (2/12/2025).

