Wakapolri Cek Pasukan yang Bantu Penanggulangan Bencana di Aceh Tamiang

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang pada hari Rabu 3 Desember 2025.

Kedatangan orang nomor dua di Korps Bhayangkara tersebut adalah untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mendata kebutuhan mendesak masyarakat.

Komjen Pol Dedi bertolak dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, menggunakan helikopter AW milik Korps Polairud Baharkam Polri menuju Aceh Tamiang.

Setibanya di Aceh Tamiang, Dedi disambut langsung oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan langsung menuju posko bantuan Kementerian Sosial. Di lokasi tersebut, ia mendata sejumlah kebutuhan prioritas bagi warga, mulai dari air bersih, air minum, pakaian, hingga truk pengangkut logistik dari pelabuhan menuju titik-titik pengungsian.

Komjen Dedi kemudian berdialog dengan Kapolres dan Kapolsek setempat untuk memastikan kondisi jajaran Polri di wilayah terdampak. Ia menanyakan apa kebutuhan yang saat ini bagi para anggotanya itu.

“Terima kasih telah menjaga warga. Kalian gimana? Apa kebutuhan kalian? Baju gimana?” tanya Komjen Dedi.

Kapolres lalu menjawab sisa baju yang dia punya hanya yang melekat di tubuh. Pun dengan para anggotanya. “Kami baju sisa yang menempel di badan, Jenderal,” jawab Kapolres.

Mengetahui personel membutuhkan pakaian dinas lapangan (PDL), ia berjanji segera mengirimkan 600 stel untuk mencukupi kebutuhan anggota Polres Aceh Tamiang.

Selain itu, Wakapolri memberikan arahan terkait pengoperasian kendaraan taktis Brimob, termasuk unit water treatment dan water jet, yang akan membantu memenuhi kebutuhan air layak pakai bagi warga.

Setelah mengecek posko bantuan, Komjen Dedi bersama Bupati Aceh Tamiang meninjau kompleks Pendopo Bupati yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter. Di lokasi tersebut, istri Bupati Aceh Tamiang yang sedang membersihkan bangunan mendatangi Komjen Dedi sambil menahan haru. Kepadanya, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk membantu pemulihan daerah semaksimal mungkin.

Di area pendopo, Komjen Dedi menurunkan sejumlah bantuan logistik untuk didistribusikan kepada warga melalui perangkat desa. Beberapa warga yang hadir menyampaikan terima kasih sambil berharap lebih banyak bantuan dapat segera dikirim.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke gudang logistik. Di sana, seorang Bhayangkari mendatangi Komjen Dedi sambil menangis karena asrama polisi tempatnya tinggal rusak parah, sementara ia tidak memiliki keluarga di Aceh Tamiang. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bantuan untuk anggota Polri serta keluarganya akan segera datang.

Usai rangkaian pengecekan, Wakapolri kembali menuju titik heli Polri dan bertolak ke Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Dalam kesempatan itu, Komjen Dedi menyampaikan sejumlah langkah konkret yang akan segera dilakukan Polri untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang.

“Kalau untuk logistik, setiap hari tetap akan dikirim. Besok kami akan mengirim 16 ton logistik untuk kebutuhan masyarakat di Aceh Tangguh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa koordinasi distribusi bantuan akan melibatkan pemerintah daerah. “Pak Bupati nanti sebagai leading sector terdepan dalam penyaluran distribusi. Pak Bupati juga tadi meminta tambahan alat transportasi berupa truk. Insya Allah, akan saya komunikasikan dengan Kapolda Sumut. Kapolda Sumut memiliki beberapa truk yang bisa kita dorong ke Aceh Tangguh,” kata Komjen Dedi.

Bantuan nanti akan difokuskan kepada wilayah-wilayah yang masih terisolasi. “Nantinya, dari gudang logistik milik Pak Bupati, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Tugiran yang saat ini masih sangat sulit dan terisolir,” tambahnya.

Terkait peralatan khusus yang akan dikirim, Komjen Dedi menyampaikan dua alat utama yang sangat dibutuhkan. “Alat khusus yang akan dikirim ada dua. Pertama water treatment. Kedua adalah water jet. Untuk water treatment, kita akan mengelola sumber-sumber air yang ada, kemudian diolah sehingga bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan water jet, itu menggunakan metode dari udara untuk menghasilkan air yang siap digunakan,” jelasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU