HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong terus bertambah. Pihak berwenang melaporkan bahwa hingga Sabtu (29/11), sebanyak 146 jenazah telah ditemukan, meningkat dari laporan sebelumnya yang berjumlah 128 orang.
Kepala unit korban kepolisian Hong Kong, Shuk-yin Tsang, menyampaikan bahwa proses pencarian masih berlangsung. Ia mengatakan bahwa seratus orang masih dinyatakan hilang dan setidaknya 79 orang mengalami luka akibat insiden tersebut.
“Kami telah menyelesaikan pencarian melalui empat bangunan yang terkena dampak,” demikian disampaikan pihak kepolisian, dikutip Holopis.com, Senin (1/12).
Pencarian Berlanjut di Bangunan yang Masih Sulit Diakses
Kebakaran yang terjadi pada Rabu lalu itu menyebar ke tujuh dari delapan menara hunian di kompleks tersebut. Api bahkan belum sepenuhnya padam hingga Jumat, sehingga memperlambat proses evakuasi dan identifikasi korban. Polisi menyebutkan bahwa pencarian telah selesai dilakukan di empat bangunan, sementara sisanya masih sulit diakses karena kondisi ruangan yang gelap dan penuh puing.
Cheng Ka-chun, petugas polisi yang memimpin operasi pencarian, mengungkapkan bahwa jenazah ditemukan di berbagai lokasi, termasuk di dalam unit apartemen dan di area atap bangunan.
“Di dalam sangat gelap, dan karena cahaya redup, sangat sulit untuk melakukan pekerjaan, terutama di tempat yang jauh dari jendela,” ujarnya.
Pemerintah kota memperkirakan proses pencarian di seluruh kompleks dapat memakan waktu tiga hingga empat minggu mengingat tingkat kerusakan yang terjadi.
Sebelum kebakaran terjadi, menara apartemen tersebut sedang menjalani proses renovasi. Struktur bangunan dibalut perancah bambu, ditutupi jaring nilon, dan jendela tertutup panel polistirena. Sejumlah warga mengaku telah berulang kali memperingatkan potensi bahaya dari material tersebut, namun mereka disebut mendapatkan penjelasan dari pihak berwenang bahwa risiko kebakaran dinilai ‘relatif rendah’.
Kini, pihak berwenang tengah menyelidiki apakah terdapat pelanggaran aturan keselamatan kebakaran terkait proyek renovasi tersebut. Kebakaran ini menimbulkan kemarahan publik, terutama karena peringatan warga sebelumnya tidak ditindaklanjuti.
Tak hanya itu, di tengah meningkatnya ketegangan publik, Beijing memperingatkan bahwa undang-undang keamanan nasional dapat digunakan untuk menindak aksi protes yang dianggap ‘anti-Tiongkok’. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya kritik dan tuntutan pertanggungjawaban dari masyarakat Hong Kong atas tragedi tersebut.


