HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyanyi Raisa Andriana harus kehilangan ibu tercinta, Ria Mariaty akibat kanker paru-paru stadium 4 di usia 65 tahun. Sebelum sang ibunga meninggal dunia, Raisa dan kakaknya, Rinaldi Nurpratama kerap kali membagikan cerita gejala dan perkembangan penyakit ibunda. Diceritakan oleh kakak Raisa, Rinaldy, Ria mengalami batuk berkepanjangan selama sekitar satu bulan.
Upaya pengobatan membawanya ke pemeriksaan dokter spesialis paru dan penyakit dalam. Dari hasil pemeriksaan itu, ia dinyatakan mengalami tuberkulosis dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama dua pekan.
“Ibu sudah batuk selama sebulan, jadi memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam dan dokter spesialis paru. Dia didiagnosis tuberkulosis (TB/TBC, yang lebih dikenal di Indonesia) dan harus dirawat di rumah sakit selama 2 minggu,” tulis Rinaldi, dikutip Holopis.com, Minggu (30/11).
Setelah menyelesaikan perawatan pertama, Ria pun tetal mengalami efek samping obat TBC yang cukup berat. Kondisinya yang mual hingga muntah hebat itu membuatnya hanya bertahan tiga hari di rumah sebelum akhirnya kembali harus dirawat.
Dalam masa perawatan yang kedua, dokter melakukan pemindaian PET untuk mendeteksi kemungkinan penyakit lain. Pemeriksaan tersebut mengungkapkan bahwa Ria mengidap kanker paru stadium 4 yang sudah menyebar ke bagian tulang, sehingga ia mesti menjalani serangkaian kemoterapi.
“Kabarnya sangat menghancurkan. Terlebih ibu sudah pernah menjalani skrining kanker lengkap di Mei 2024 tapi tak ada yang terlihat satu pun,” tulis Rinaldi di IG story miliknya beberapa waktu lalu.
Rinaldi menceritakan bahwa meskipun kondisinya berat, sang ibu tetap berusaha menjaga suasana hati keluarga dengan semangat yang tidak pernah luntur.
Perkembangan Pengobatan dan Kondisi yang Berfluktuasi
Pada Maret 2025, respons tubuh terhadap kemoterapi menunjukkan tanda yang jauh lebih baik. Volume kanker menurun, dan perkembangan positif terus terlihat. Pemeriksaan PET Scan pada 11 September 2025 bahkan menunjukkan hasil sangat menggembirakan karena sebagian besar sel kanker telah tidak aktif dan hanya menyisakan sedikit yang masih berkembang.
Namun kondisi itu tidak bertahan lama. Beberapa hari setelah kabar baik tersebut, Ria kembali merasakan sesak napas disertai hasil pemeriksaan darah yang perlu penanganan segera. Pada 22 September ia harus masuk unit HCU dan kembali menjalani radioterapi pada 27 September.
“Dalam 38 tahun saya hidup melihat ibu, inilah perjuangan terhebatnya. Ibu gamau kalah, ibu mau menang. Terima kasih kepada semuanya yang sudah mendoakan,” kata Rinaldi.
Sebagai informasi, ibu Raisa Andriana, Raisa Mariaty meninggal dunia pada hari Sabtu (29/11) di rumah sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Ria dimakamkan di pemakaman muslim Cinere-Gandul, Cinere, Depok.

