Laode menjelaskan, bahwa hal tersebut terjadi karena tiap perusahaan punya syarat dan kebutuhan BBM yang berbeda-beda, mulai dari spesifikasi badan usaha, penyesuaian harga, hingga efek langsung dari fluktuasi harga minyak dunia.
“Kalau soal kandungan sulfur dan etanol itu soal yang berbeda,” tuturnya.


