HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menjalin kerja sama dengan 35 mitra strategis, mulai dari lembaga pemerintah, korporasi besar, hingga organisasi masyarakat.
Kolaborasi masif ini menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan literasi digital sekaligus memperkuat pengembangan talenta digital di seluruh Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa tantangan untuk mengedukasi 220 juta pengguna internet tidak mungkin ditangani pemerintah seorang diri. Karena itu, peran mitra dengan jaringan komunitas yang luas sangat dibutuhkan.
“Kita butuh mitra yang punya komunitas, massa, dan konstituen sebagai perpanjangan tangan kami dalam literasi digital,” ujar Meutya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Meutya menjelaskan bahwa isu keamanan digital masih menjadi perhatian besar, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan perempuan.
Tantangan seperti eksploitasi daring, perundungan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi terus meningkat dan butuh upaya bersama untuk menanganinya.
Selain soal keamanan digital, Meutya menekankan pentingnya mempercepat pengembangan talenta digital sebagai bagian dari “infrastruktur manusia”. Menurutnya, pembangunan teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa SDM yang kuat dan siap bersaing.
Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto menambahkan bahwa kerja sama dengan 35 mitra ini menjadi tahap awal dari berbagai program literasi digital yang akan digulirkan.
Program tersebut mencakup edukasi dasar, pelatihan tingkat lanjutan, hingga pengembangan talenta digital terkait kecerdasan buatan (AI).
Bonifasius menjelaskan bahwa kemampuan membedakan informasi benar dan salah kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, literasi digital harus dibangun secara komprehensif agar masyarakat siap menghadapi perkembangan teknologi yang makin kompleks.
“Kita harus cakap digital, aman digital, berbudaya digital, bahkan memiliki etika digital. Itu sebabnya kita perlu bekerja sama dengan organisasi, korporasi, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

