Ini Fakta Terbaru Kasus Kematian Dosen Untag, AKBP Basuki Jadi Saksi Kunci Paling Penting
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Polda Jawa Tengah merilis sederet fakta baru terkait kematian misterius dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang berinisial D (35).
Sejumlah detail baru terkuak, terutama mengenai hubungan korban dengan AKBP B alias Basuki, perwira polisi yang kini menjadi saksi kunci dan menjalani penempatan khusus selama 20 hari.
Berikut rangkuman lengkap temuan terbaru Polda Jateng:
1. AKBP Basuki Jadi Saksi Kunci dan Dipatsus 20 Hari
Basuki, perwira menengah polisi berusia 56 tahun, resmi menjalani penempatan khusus (patsus) selama 20 hari. Ia diduga melanggar Kode Etik Profesi Polri karena tinggal dengan korban tanpa ikatan pernikahan.
Patsus dilakukan untuk memastikan pemeriksaan berlangsung objektif dan transparan.
2. Basuki Diduga Tinggal Bersama Korban Sejak 2020
Temuan mengejutkan datang dari pemeriksaan Propam. Basuki mengaku telah menjalin hubungan dengan korban sejak 2020 dan diduga tinggal satu rumah sejak saat itu.
Ini menjadi salah satu pelanggaran etik paling serius karena menyangkut moral dan perilaku anggota Polri.
3. Korban Ternyata Tercatat dalam Satu Kartu Keluarga (KK) dengan Basuki
Penyidik juga menemukan fakta bahwa korban tercatat dalam satu KK dengan Basuki. Hal ini memicu pertanyaan besar karena korban tidak pernah menikah secara sah dengan perwira tersebut. Polda Jateng masih menyelidiki bagaimana korban bisa muncul di KK tersebut.
4. Basuki Berada Satu Kamar Saat Korban Ditemukan Tewas
Pada hari kejadian, Basuki berada satu kamar bersama korban di sebuah kos kawasan Gajahmungkur, Semarang. Ia mengetahui detik-detik kematian korban, sehingga statusnya menjadi sangat krusial dalam penyelidikan.
5. Hasil Autopsi Jadi Penentu Penyebab Kematian
Beredar rumor bahwa jantung korban pecah. Namun polisi menegaskan, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi resmi. Autopsi akan menentukan apakah tewasnya korban merupakan tindak pidana atau kondisi medis.
6. Pesan Berisi Foto Diduga Kondisi Korban Sempat Ditarik
Fakta lain muncul dari keluarga. Kakak korban mengungkap bahwa Basuki sempat mengirim foto kondisi korban bersimbah darah kepada salah satu kerabat, namun pesan itu langsung ditarik sebelum sempat disimpan. Hal ini semakin menebalkan kecurigaan keluarga.
7. Korban Dikenal Sangat Tertutup, Keluarga Tak Pernah Tahu Soal Hubungannya dengan Basuki
Kakak korban mengaku baru tahu adiknya berada dalam satu KK dengan Basuki. Korban disebut sangat tertutup, bahkan tidak pernah bercerita soal hubungan pribadi ataupun riwayat kesehatannya.
Polisi kini menjalankan dua proses sekaligus penyelidikan dugaan tindak pidana dan pemeriksaan kode etik Polri. Semua mata tertuju pada hasil autopsi dan pemeriksaan lanjutan terhadap AKBP Basuki, yang menjadi kunci utama untuk mengungkap misteri kematian dosen muda tersebut.
Editor : Ronalds Petrus Gerson