Koperasi dan UMKM juga mendapat sorotan khusus. Koperasi Nira Lestari Makmur dinobatkan sebagai pemenang Terbaik Pertama dalam kategori Koperasi, UMKM, dan BUMDes, sedangkan posisi Terbaik Kedua diraih Gemi 0418.
Selain SAA 2025, pemerintah juga mengumumkan penghargaan Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Kota Madiun meraih posisi Terbaik Pertama untuk kategori Pemerintah Kota, disusul Kota Jambi dan Kota Tegal.
Pada kategori Pemerintah Kabupaten, predikat Terbaik Pertama diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Selatan, posisi kedua diraih Kabupaten Bogor, dan posisi ketiga ditempati Kabupaten Karawang.
Adapun dalam acara konferensi utama juga menghadirkan sesi MBG Leadership Session yang membahas empat topik utama, meliputi ketahanan pangan, penurunan stunting, tata kelola MBG, serta dukungan legislatif.
Dalam sesi tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menekankan bahwa MBG merupakan strategi jangka panjang pembangunan manusia, dengan menyoroti pentingnya memperkuat ekosistem pangan nasional yang melibatkan petani, nelayan, koperasi, pelaku UMKM, serta rantai pasok lokal.
Kolaborasi sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga, kata dia, juga turut menentukan terciptanya lingkungan pendukung pemenuhan gizi anak.
Dadan menegaskan, bahwa seluruh rekomendasi dari konferensi akan menjadi acuan BGN dalam meningkatkan tata kelola, standardisasi gizi, serta mekanisme implementasi MBG di lapangan.
“MBG bukan sekadar program penyediaan makanan bergizi, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun generasi unggul yang akan menjadi fondasi Indonesia Emas 2045,” pungkas Dadan.


