HOLOPIS.COM, JAKARTA — Panorama Media resmi membuka Opening Renovation Expo 2025 pada Jumat (14/11), sebuah ajang yang menandai kesiapan industri renovasi dan interior dalam menyambut tren kebutuhan hunian 2025.
Acara yang digelar dari 14 November – 16 November ini mempertemukan pelaku industri, desainer, hingga brand interior ternama untuk membahas perubahan besar pada sektor hunian pasca pandemi.
Presidir Panorama Media, Royanto Handaya dalam Opening Ceremony menegaskan bahwa event ini dirancang untuk menjawab peningkatan permintaan terhadap renovasi rumah, yang kini tidak lagi hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang kerja dan aktivitas sehari-hari masyarakat modern.
“Desainer untuk inspire living, pandangan kita sudah menuju 2026. Kita akan mendengar Pak Dirjen menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan di atas 5% dibuktikan dengan daya beli yang meningkat dan sektor properti sebagai tulang punggung,” ujar Royanto seperti yang dikutip Holopis.com dalam Opening Ceremony Renovation Expo, Jakarta Convention Center, Jumat, (14/11).
Ia menambahkan bahwa meski pasar properti primer sempat mengalami perlambatan, pasar secondary justru menunjukkan perkembangan positif. Kondisi ini membuat kebutuhan renovasi, desain, dan interior meningkat signifikan.
“Jika pasar primer lesu, maka pasar secondary akan bagus. Sektor renovasi dan interior akan terus tumbuh pesat. Hal inilah yang menginspirasi kami untuk kembali menghidupkan Indonesia Expo,” jelasnya.
Royanto juga mengulas perjalanan pameran yang telah mengalami transformasi selama lebih dari satu dekade. Pada 2012–2024, pameran ini sempat rebranding menjadi Mega Build Indonesia. Namun memasuki 2025, fokus diperkuat kembali ke sektor renovasi seiring perubahan gaya hidup masyarakat setelah pandemi.
“Di tahun 2025, tren renovasi meningkat tajam. Di tengah banyaknya pameran bahan bangunan, Renovation Expo hadir berbeda. Bukan sekadar memamerkan produk, tetapi menghadirkan solusi interior nyata melalui brand-brand terpercaya,” katanya.

