HOLOPIS.COM, JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) beri penghargaan kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Figur SBY saat menjabat RI-1 dinilai punya jasa besar termasuk bidang Pendidikan di Tanah Air.
Dalam orasi ilmiahnya, SBY menyampaikan Indonesia mesti piawai dalam memainkan peran di panggung global. Sebab, kondisi dunia saat seperti saat ini dengan persaingan negara kuat.
“Lantas, yang lebih penting lagi, Indonesia harus piawai bermain di pentas global. Dunia memang seperti ini,” kata SBY di Graha ITS, Surabaya dikutip Holopis.com dari YouTube ITS pada Kamis, (13/11/2025).
Namun, ia menekankan Indonesia mesti memanfaatkan kesempatan. Menurut dia, di tengah keterburukan yang tidak baik masih ada selalu kebaikan yang bisa dimanfaatkan secara cerdas.
“Memang brengsek, makanya begini membahayakan, egois pemimpin dunia dan seterusnya. Tetapi kita harus cerdas mendapatkan peluang opportunity,” lanjut eks Ketua Umum Partai Demokrat itu.

SBY mengingatkan untuk mencapai kepentingan, Indonesia jangan pernah menyerah. Ia bilang yang jadi faktor sukses adalah bangsa Indonesia mesti punya keyakinan.
“Indonesia bisa, Indonesia bisa menjadi strong nation. Indonesia bisa menjadi developep nation,” ujar SBY.
Lebih lanjut, dia mencontohkan kondisi Korea Selatan yang di era tahun 1960-an masih sama seperti Indonesia. Tapi, Korea Selatan sekarang jadi negara sukses seperti Jepang.
“Tapi, negara itu punya spirit, punya strong determination sukses, sama seperti sukses Jepang sebelumnya,” sebut SBY.
Menurut SBY, selain semangat strong determination, penting juga manajemen pembangunan, policy development, panduan sektoral dan regional mesti bagus.
Lalu, dia mengibaratkan figur seorang Presiden mesti punya dua sayap. Kata dia, di sayap sebelah kanan Presiden itu adalah para pemimpin pembangunan sektoral seperti menteri dengan jajarannya.

