“Jadi ada biang kerok yang jadi pemicu perang antar-kampung diamankan juga pada saat razia bersama pembersihan narkoba tersebut,” ujarnya.
Namun Brigjen Budi menegaskan, keberhasilan operasi hanyalah langkah awal. Ia mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk menata ulang kawasan yang selama ini distigma sebagai sarang kejahatan.
“Jadi kampung tersebut kita harus ubah menjadi kampung yang produktif. Apakah itu produksi kopi, atau ahli-ahli elektronik, kita berniat untuk mengubah itu menjadi baik,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulsel yang dinilainya memiliki visi yang jelas untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah ini.
“Dalam kesempatan ini, apa yang dijelaskan oleh Bapak Kapolda sudah sangat jelas. Kita semua harus mendukung dan mensupport apa yang menjadi visi dan misi beliau. Yaitu bagaimana situasi Makassar dan Sulsel ini aman dan tertib,” ujar Budi.
Ia menutup dengan seruan moral bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.
“BNN sendiri berharap kepada kita semua, jadikanlah Sulsel ini BERSINAR (Bersih dari Narkoba). War on drugs for humanity. Jadi kita niatnya ibadah,” pungkasnya.


