Proyek Sanitasi Jakarta Capai 42 Persen, Menteri PU: Ini Bukan Sekadar Pipa Instalasi, Tapi Peradaban Baru

19 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Progres konstruksi proyek infrastruktur sanitasi Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 sudah mencapai 42 persen. Pembangunan proyek ini disebut menghadirkan peradaban baru.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan dengan infrastruktur sanitasi modern akan membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

- Advertisement -

“Pembangunan sistem air limbah terpusat bukan hanya membangun pipa dan instalasi, tetapi menghadirkan peradaban baru. Infrastruktur sanitasi modern akan menjamin lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat,” kata Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (31/10/2025).

Menurut dia, pihak Kementerian PU akan mempercepat pembangunan infrastruktur sanitasi di DKI Jakarta melalui proyek JSDP Zona 1. Lokasi proyek itu berada di Pluit, Jakarta Utara.

- Advertisement -

Dia menekankan hingga Oktober 2025, progres kumulatif pembangunan JSDP Zona 1 sudah mencapai sekitar 42 persen.

Dody Hanggodo
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo saat meninjau pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi Kaligawe – Sayung, pada hari Selasa, 31 Desember 2024. [Foto : IG/@kementerianpu]
Pekerjaan proyek JSDP Zona 1 mencakup empat paket pekerjaan utama yang merupakan bagian penting dari sistem pengelolaan air limbah terpadu di wilayah Jakarta.

Adapun proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan juga jadi salah satu upaya strategis pemerintah menghadirkan layanan sanitasi aman. Selain itu, untuk pelayanan berkelanjutan terhadap masyarakat perkotaan.

Kemudian, bisa mendukung tercapainya target pembangunan berkelanjutan sektor air dan sanitasi.

Proyek infrastruktur ini diproyeksikan bisa melayani hingga 989.389 jiwa atau sekitar 220.000 sambungan rumah (SR). Hampir 1 juta warga itu tersebar di 3 Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, mencakup delapan kecamatan.

Pembangunan proyek ini didukung oleh pembiayaan melalui pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA). Nilai total untuk proyek ini mencapai Rp6,37 triliun.

Sementara, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana menyampaikan keberadaan sistem air limbah yang modern, warga Jakarta bisa menikmati lingkungan yang lebih bersih dan aman.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru