HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ibu Suri Thailand, Sirikit, meninggal dunia pada Jumat (24/10) di usia 93 tahun. Beliau dikenal sebagai sosok yang berdedikasi pada proyek-proyek kerajaan yang berfokus membantu masyarakat pedesaan, melestarikan kerajinan tradisional, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand menyampaikan bahwa Ibu Suri wafat di sebuah rumah sakit di Bangkok. Dalam pernyataannya, biro tersebut menjelaskan bahwa Sirikit ternyata sudah mulai mengalami infeksi darah sejak 17 Oktober dan kondisinya tidak menunjukkan perbaikan meski telah mendapat perawatan intensif dari tim medis.
“Tim medis telah berupaya keras, namun kondisi beliau tidak kunjung membaik,” demikian pernyataan resmi Biro Rumah Tangga Kerajaan, dikutip Holopis.com, Sabtu (25/10).
Ibu Suri Sirikit diketahui pernah mengalami stroke pada tahun 2012, dan sejak saat itu jarang tampil di hadapan publik karena kesehatannya yang menurun. Suaminya, Raja Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia pada Oktober 2016.
Biro Rumah Tangga Kerajaan juga menyebut bahwa Raja Maha Vajiralongkorn telah memerintahkan agar pemakaman sang ibu dilakukan dengan penghormatan tertinggi.
“Raja telah menginstruksikan anggota keluarga kerajaan dan para pelayan istana untuk menjalani masa berkabung selama satu tahun,” ujar pernyataan itu.
Usai kabar duka tersebut diumumkan, ratusan warga Thailand mulai berdatangan ke Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, pada Sabtu pagi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ibu Suri Sirikit.
Sementara itu saat ini Thailand memberlakukan masa berkabung selama setahun untuk Kerajaan Thailand karena kepergian Ratu Sirikit.

