Habib Syakur Kritik Polri dan KPK: Mengapa Firli Bahuri Belum Ditangkap?

9 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM — Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menyoroti sikap lembaga penegak hukum, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang dinilai lamban dan terkesan tumpul dalam menindaklanjuti kasus dugaan suap yang menyeret mantan Ketua KPK Firli Bahuri.

Habib Syakur mempertanyakan mengapa hingga kini, setelah sekian lama kasus mencuat ke publik, Firli belum juga ditangkap dan ditahan. Ia menilai hal ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

- Advertisement -

“Kalau rakyat kecil atau pejabat level rendah yang tersandung kasus korupsi, cepat sekali ditindak dan ditahan. Tapi ketika yang terlibat adalah pejabat tinggi, apalagi mantan Ketua KPK, kok tiba-tiba hukum menjadi tumpul?” tegas Habib Syakur dalam keterangannya kepada Holopis.com, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, baik Polri maupun KPK sama-sama menunjukkan wajah yang kehilangan keberanian moral untuk menegakkan keadilan secara setara di depan hukum. Ia menilai ada kesan bahwa kasus Firli Bahuri “disimpan” agar perlahan dilupakan publik.

- Advertisement -

“Saya khawatir, ini jadi sinyal buruk bahwa hukum bisa dinegosiasikan. Kalau aparat penegak hukum saja takut menegakkan kebenaran, lalu siapa lagi yang bisa rakyat percaya?” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih jauh, Habib Syakur menegaskan bahwa publik berhak mempertanyakan integritas Polri dan KPK dalam menangani kasus ini. Ia menilai, jika penegak hukum tidak segera menuntaskan perkara tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum bisa semakin runtuh.

“Jangan sampai Polri dan KPK dianggap hanya berani pada yang lemah, tapi ciut nyali saat berhadapan dengan kekuasaan,” kata Habib Syakur.

Tokoh yang dikenal vokal terhadap isu moralitas bangsa itu pun menyerukan agar Kapolri dan pimpinan KPK menunjukkan komitmen nyata untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Rakyat sudah terlalu muak dengan sandiwara hukum. Kasus Firli ini akan jadi tolak ukur, apakah hukum masih bisa dipercaya atau sudah sepenuhnya kehilangan nuraninya,” tandasnya.

Latar Belakang Kasus Firli Bahuri

Kasus dugaan suap yang menyeret nama Firli Bahuri berawal dari dugaan penerimaan gratifikasi dan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Firli diduga menerima sejumlah uang sebagai imbalan agar KPK tidak menindaklanjuti perkara korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru