Ratusan Warga Serang Pos Timah Bangka Belitung

525
0 Shares

BANGKA BELITUNG – Lebih dari 100 orang warga Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penyerangan terhadap pos pengumpul timah milik PT Timah Tbk pada hari Senin, 29 September 2025.

Bahkan saat penyerangan, dikabarkan dua orang anggota dari Satuan Tugas Timah menjadi sasaran amukan massa meskipun sudah meletuskan tembakan peringatan ke udara. Situasi tersebut diduga menjadi percikan api jelang aksi besar tanggal 6 Oktober 2025 mendatang.

Berdasarkan informasi yang beredar, penyerangan terhadap Pos Stasiun Pengumpul Timah tersebut, berawal dari keributan antara masyarakat dengan Perwakilan Satgas Timah dari Tim Halilintar pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Masyarakat menyampaikan kekesalannya atas kehadiran Satgas Timah yang dianggap tidak menguntungkan bagi warga penambang, lantaran dipaksa menjual Timah ke PT. Timah namun dengan harga yang tidak menguntungkan.

Masih menurut sumber, dari pertengkaran tersebut, akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap 2 anggota Satgas Halilintar yang merupakan anggota TNI AD dari satuan elite Kopassus. Belum diketahui nama kedua anggota Satgas tersebut, namun menurut sumber, kedua anggota Satgas tersebut.

Namun ketidaksukanya warga terhadap kehadiran satgas sepertinya sudah menjadi bola salju yang sulit dihentikan. Pasalnya tak hanya menyerang 2 anggota Satgas Halilintar, warga juga menyerang dan merusak Pos Stasiun Pengumpul Timah di Desa Bencah tersebut.

- Advertisement -

Dari foto-foto istimewa yang diterima redaksi dari warga, terlihat kondisi Pos Stasiun Pengumpul Timah di Desa Bencah tersebut berantakan. Kaca Kaca bertebaran serta mubelair seperti meja kursi yang hancur dan patah.

Pasca pengeroyokan dan perusakan Pos Stasiun Pengumpul Timah tersebut. Sekitar pukul 11.00 WIB, Wadansatgas Halilintar bersama belasan personil lengkap dengan senjata api laras panjang datang ke Pos Stasiun Pengumpul Timah Desa Bencah untuk melakukan pengecekan sehubungan apa yang terjadi.

Usai melihat kondisi Pos Stasiun Pengumpul Timah, Wadansatgas Halilintar bersama belasan personil dengan senjata laras panjang tersebut melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Bencah di kediaman Qori yang juga merupakan perwakilan Mitra PT. Timah. Dari perwakilan Desa Bencah sendiri terlihat sekitar 40 orang ikut hadir.

Dalam pertemuan dengan Wadansatgas Timah tersebut, puluhan perwakilan warga Desa Bencah menyampaikan tuntutannya agar Satgas Timah angkat kaki dari Desa Bencah. Masyarakat menuntut Satgas untuk keluar dari Desa Bencah karena keberadaannya dianggap sudah menimbulkan keresahan.

Warga juga meminta kepada pihak Wadansatgas Halilintar untuk menyampaikan kepada pihak PT. Timah agar penetapan harga beli bijih Timah dari warga sama dengan harga Smelter swasta.

Sekitar pukul 12.30 WIB, pertemuan antara Wadansatgas Halilintar dan masyarakat pun selesai. Kedua pihak sepakat Berdamai, namun keberadaan Satgas Halilintar tetap diminta untuk angkat kaki dari Desa Bencah.

Untuk diketahui, Senin 6 Oktober 25 pekan depan, masyarakat penambang di Babel akan melakukan aksi besar-besaran di PT. Timah. Salah satu tuntutan yang mulai menggema adalah mendesak pihak PT. Timah membubarkan Satgas Timah dan menerapkan harga beli bijih Timah dari masyarakat, sama dengan harga pembelian smelter swasta.

Sehubungan dengan peristiwa ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Satgas Timah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU