Satgas Karhutla Resmi Dibubarkan!

0 Shares

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Politik dan Keamanan beserta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sepakat untuk mengakhiri masa tugas Desk dan Satgas Karhutla.

Keputusan tersebut dicapai ketika Kepala BNPB Letjen Suharyanto menemui Menko Polkam Djamari Chaniago pada Rabu (24/9) lalu.

Adapun dasar penanganan karhutla sebelumnya mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 dan Keputusan Kemenko Polkam Nomor 29 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, BNPB memegang peran kunci sebagai penanggung jawab tertib pelaksanaan Desk Karhutla mulai dari operasi darat, operasi udara pengerahan helikopter patroli dan water bombing, hingga modifikasi cuaca.

“Dengan kondisi yang relatif aman, Kemenko Polkam memutuskan membubarkan Desk dan Satgas Karhutla, dan pengendalian selanjutnya diserahkan kembali ke masing-masing kementerian dan lembaga,” kata Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.

Suharyanto menyebut, situasi karhutla 2025 di enam provinsi prioritas sejauh ini terkendali berkat kerja sama lintas sektor. Operasi udara, operasi darat, dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci keberhasilan.

- Advertisement -

Meski pencapaian ini patut diapresiasi, namun Menko Polkam tetap memberikan saran agar hal itu tidak membuat kita semua lengah.

“Pencapaian ini patut diapresiasi, tapi jangan sampai membuat kita lengah,” pesan Menko Polkam.

Suharyanto pun mengaku sepakat. Terlebih, potensi ancaman ke depan masih ada. Berdasarkan pola fenomena El Nino yang berulang setiap empat tahun (2015, 2019, 2023), peluang cuaca kering ekstrem diperkirakan muncul lagi pada 2027.

“Kami sepakat dengan apa yang menjadi arahan Menko Polkam. Kalau kita tidak bersiap sejak sekarang, risiko kebakaran bisa kembali besar,” ucap Suharyanto.

Dari data yang ada diketahui, di Provinsi Sumatera Selatan, tercatat seluas 2.935,84 hektare lahan terbakar sejak awal Januari hingga 21 September 2025.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Barat, luas lahan terbakar mencapai 19.267,90 hektare dan mengakibatkan 2 korban jiwa. Berdasarkan pantauan satelit pada 23 September 2025, terdeteksi 2.766 titik panas.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU