JAKARTA – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih melanda sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, termasuk Shell dan BP. Pemerintah pun menyarankan agar operator swasta menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk mengatasi krisis pasokan yang sudah terjadi sejak pertengahan Agustus 2025.
Namun, hingga kini Pertamina menegaskan belum menerima permintaan resmi dari pihak SPBU swasta.
“Belum ada permintaan (dari SPBU swasta),” ujar Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, dikutip Holopis.com dari Antara, Kamis (18/9/2025).
Situasi ini mencuri perhatian publik, terutama karena layanan SPBU Shell di Jakarta mulai terbatas. Jika pekan lalu tercatat ada sekitar 50 titik SPBU Shell yang masih menjual BBM jenis Super, kini jumlahnya tinggal 16 titik saja.
Roberth juga menegaskan bahwa Pertamina memang belum melakukan penjualan BBM ke SPBU swasta.
“Belum juga menjual BBM (ke SPBU swasta),” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil, mendorong operator swasta untuk berkolaborasi dengan Pertamina agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga.
“Kalau masih ada kekurangan, kita minta untuk melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Ini terkait hajat hidup orang banyak dan industri yang menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Dari pihak Shell, Ingrid Siburian, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, mengakui pihaknya harus melakukan penyesuaian operasional akibat terbatasnya stok. Mulai dari pengurangan jam layanan hingga pengaturan tim di lapangan.
“Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap,” jelasnya.
Adapun produk Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ dilaporkan tidak tersedia di sejumlah SPBU hingga waktu yang belum ditentukan. Meski begitu, Shell memastikan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan agar pasokan segera pulih.
Krisis BBM ini menjadi ujian bagi operator swasta sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis bersama Pertamina demi menjaga stabilitas energi di Indonesia.

