Menkeu Purbaya : Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 5 Persen, Risiko Inflasi Masih Jauh

0 Shares

JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih berada pada tingkat pertumbuhan di bawah 5 persen, sehingga risiko adanya inflasi dinilai masih jauh.

“Kita masih jauh dari inflasi. Jadi kalau saya inject stimulasi ke perekonomian harusnya kalau ekonominya masih di bawah di 5 persen masih jauh dari inflasi,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip Holopis.com, Kamis (11/9).

Ia mengatakan, kondisi ini dikenal sebagai demand-pull inflation, sebuah inflasi yang terjadi karena permintaan produksi terlalu tinggi, namun keadaan ekonomi Indonesia saat ini masih jauh dari situasi tersebut.

“Itu yang disebut demand-pull inflation. Dan itu masih jauh dari situ kita,” ungkapnya.

Pun demikian, ia menjelaskan inflasi itu akan muncul ketika tingkat pertumbuhan ekonomi melebihi laju pertumbuhan ekonomi potensial yang dimiliki Indonesia, yaitu sekitar 6,5 persen atau lebih.

“Inflasi terjadi kalau pertumbuhannya di atas laju pertumbuhan potensial kita 6,5 atau lebih,” jelasnya.

- Advertisement -

Sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi yang terakhir, kata Purbaya, pertumbuhan ekonomi tidak pernah mencapai 6,5 persen.

Oleh karena itu, menurutnya, momen ini merupakan kesempatan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sangat besar dan terbuka luas, tanpa memicu terjadinya risiko inflasi.

“Sejak krisis kan kita enggak pernah tumbuh 6,5 persen. Jadi ruang kita untuk tumbuh lebih cepat, terbuka lebar tanpa memancing inflasi,” tegasnya.

Selain itu, pria berusia 61 tahun ini menjelaskan terkait anggaran untuk badan otorita lagu laut sudah diakomodasi melalui anggaran yang sudah tersedia, menjelaskan bahwa anggaran tambahan sebenarnya sudah diakomodasi dalam anggaran yang ada, sehingga penambahan dananya tidak terlalu besar.

Namun kata Purbaya, kini fokus utama pemerintah mengenai apakah ada dana tambahan untuk daerah dan berapa jumlahnya, yang saat ini masih sedang dihitung.

“Enggak saya pikir sudah diakomodasi dalam anggaran-anggaran yang sudah ada, tambahannya enggak terlalu besar. Tetapi bukan itu yang jadi konsen utama kita. Yang konsen utama tadi adalah yang ditanya oleh Mbak itu, apakah ada dana tambahan ke daerah atau tidak. Kalau ada berapa? Itu yang sedang kita hitung. Kita enggak akan pemotongan lagi,” terangnya.

Lebih lanjut, kata dia, pemerintah akan menerapkan kebijakan fiskal (pengelolaan pendapatan dan pengeluaran negara) yang bertujuan mendorong atau mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Kita akan cenderung memberi menjalankan kebijakan fiskal yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Fitri Handayani
Fitri Handayani
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU