Deretan Kontroversi Charlie Kirk Aktivis dan Sekutu Trump yang Tewas Ditembak

12 Shares

JAKARTA – Charlie Kirk, aktivis konservatif dan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump meninggal dunia setelah ditembak dalam sebuah acara di kampus Utah pada hari Rabu (11/9) waktu setempat.

Kematian Charlie pun menggemparkan Amerika Serikat bahkan dunia. Charlie ditembak di bagian leher, ketika ia sedang membahas kontroversi dan fenomena penembakan massal di Amerika Serikat dengan salah satu penonton di sana. Charlie Kirk pun dinyatakan meninggal dunia di usia 31 tahun.

- Advertisement -

Semasa hidupnya, Charlie Kirk tak lepas dari berbagai kontroversi. Pandangan dan ucapannya kerap menimbulkan perdebatan publik, mulai dari isu Islam, dukungan pro-Israel, hingga aborsi dan hak kepemilikan senjata. Berikut ini deretan kontroversi Charlie Kirk.

1. Islam dan Tuduhan Islamofobia

Charlie Kirk kerap dituduh islamofobik. Ia pernah menulis komentar kontroversial soal kemenangan politisi Muslim di New York, yang dianggap melecehkan komunitas Islam. Kritik makin tajam ketika ia hadir di konferensi organisasi ACT for America, kelompok yang dikenal luas anti-Muslim.

- Advertisement -

 2. Dukungan Pro-Israel

Di sisi lain, Kirk dikenal sebagai pendukung kuat Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis penghormatan di X setelah kematiannya, dan mengatakan bahwa Charlie Kirk telah mengeluarkan kata-kata yang benar.

‘Charlie Kirk dibunuh karena berkata benar dan membela kebebasan. Teman Israel yangb erhati singa, ia melawan kebohongan dan membela penduduk Judeo-Christian,’ kata Netanyahu.

Aktivis pro-Israel lain juga menyuarakan duka. Yoseph Haddad, aktivis advokasi Israel, membagikan video lama saat Kirk berdebat dengan seorang mahasiswa pro-Palestina, sekaligus mengenangnya sebagai sosok yang berani melawan narasi anti-Israel.

3. Perubahan Iklim

Dalam isu lingkungan, Kirk secara konsisten mendukung penggunaan bahan bakar fosil. Ia pernah menulis bahwa mayoritas ilmuwan menyimpulkan pemanasan global dipicu oleh manusia, tetapi sikapnya tetap berpihak pada industri ekstraktif. Pandangan ini menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan konsensus ilmiah.

4. ‘You’re Being Brainwashed’ Tour

Menjelang Pemilu Presiden 2024, Kirk mengadakan tur bertajuk ‘You’re Being Brainwashed’ di sekitar 25 kampus. Ia berdebat langsung dengan mahasiswa, mengangkat isu politik yang relevan bagi Gen Z. Menurut Turning Point Action, tur ini menghasilkan sekitar dua miliar tayangan viral di media sosial dan dipuji karena berperan penting dalam kemenangan Donald Trump. Bahkan, Kirk turut membantu Trump memilih jajaran kabinet.

5. Misinformasi COVID-19

Pada 2020, Kirk menyebarkan informasi palsu terkait COVID-19 di media sosial. Ia menyebut virus itu sebagai ‘China virus’, istilah yang kemudian di-retweet oleh Trump dan mengkritik keras keputusan Demokrat yang mengecam penarikan dana AS dari WHO. Klaim-klaimnya dianggap ikut memperburuk polarisasi publik di masa pandemi.

6. Aborsi

Dalam debat yang diadakan Jubilee Media, Kirk mengakui bahwa aborsi bisa saja diperlukan secara medis jika nyawa ibu terancam. Namun, ia menegaskan bahwa aborsi pada dasarnya adalah ‘pembunuhan’ dan harus ilegal. Ia juga menolak pengecualian untuk korban perkosaan, posisi yang memicu kontroversi besar karena dianggap tidak berpihak pada korban kekerasan seksual.

7. Senjata Api dan Amandemen Kedua

Sebagai pemilik senjata, Kirk dikenal sebagai pendukung hak kepemilikan senjata. Setelah penembakan massal di Parkland (2018), ia berbicara di Florida mewakili National Rifle Association (NRA). Menurutnya, solusi mencegah penembakan di sekolah bukan dengan membatasi senjata, melainkan dengan menambah penjaga bersenjata, detektor logam, dan kontrol keamanan. Pandangan ini dikritik karena dianggap meremehkan isu maraknya senjata api di AS.

8. Gender, Perempuan, dan Kontrasepsi

Pada konferensi TPUSA Young Women’s Leadership Summit 2022, Kirk mengatakan bahwa model hubungan ideal perempuan seharusnya mencari pasangan yang ‘melindungi dan memimpin.’ Ia juga mendorong orang tua agar tidak pernah mengizinkan anak perempuan mereka mendapatkan resep pil kontrasepsi, dengan alasan obat tersebut membuat perempuan marah dan pahit dan ‘cocok’ dengan agenda politik Demokrat.

9. Ras, Imigrasi, dan Gerakan ‘Anti-Woke’

Kirk menolak konsep white privilege dan menyebutnya sebagai ‘mitos’ sekaligus ‘gagasan rasis.’ Ia terlibat dalam Komisi 1776 yang digagas Trump sebagai tandingan proyek sejarah 1619 Project. Kirk juga kerap menuding kebijakan imigrasi Demokrat bertujuan mengurangi demografi kulit putih di Amerika.

Dalam tur kampus bertajuk ‘Exposing Critical Racism’ (2021), Kirk menyebut George Floyd sebagai ‘sampah’ (scumbag), serta membandingkan penangkapan pelaku kerusuhan Capitol 6 Januari dengan hukuman yang tidak adil hanya karena ‘selfie’ di dalam gedung. Pernyataannya dipandang melecehkan gerakan keadilan rasial dan memperkuat polarisasi politik.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru