JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) soal bencana banjir di sejumlah wilayah di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melakukan penanganan secepatnya.
Sebelum itu, perlu diketahui bahwa bencana banjir melanda sebagian wilayah Bali dan NTT saat ini. Curah hujan ekstrem akhir-akhir ini dinilai sebagai penyebabnya.
Untuk di Bali, ada pun empat daerah yang kabarnya paling parah terdampak banjir, mulai dari Denpasar, Tabanan, Gianyar dan Jembrana. BNPB mencatat, dua orang kabarnya meninggal dunia dan empat orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian.
Banjir juga menerjang sebagian wilayah di NTT, dimana kabarnya 10 desa harus terisolir akibat hal tersebut. Akses menuju desa pun terputus, baik akibat longsor, hingga ambruknya jembatan penghubung.
Tercatat, di NTT dikabarkan tiga korban meninggal dunia dan empat lainnya hilang dan masih dalam pencarian akibat banjir bandang yang terjadi.
Terkait hal tersebut, Presiden Prabowo pun menginstruksikan BNPB untuk secepat mungkin melakukan penanganan. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
“Siang hari ini, Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta instansi terkait lainnya untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana. Kepala Negara juga menekankan pentingnya distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran,” ungkap Seskab Teddy, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Seskab Teddy mengatakan bahwa Kepala BNPB langsung bertolak ke Bali guna memimpin penanganan tanggap darurat. Kehadiran BNPB di lapangan diharapkan dapat memastikan upaya pencarian, pertolongan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terlaksana dengan baik.
“Kepala BNPB pun atas perintah Presiden Prabowo segera berangkat langsung ke Bali siang ini, untuk langsung memimpin penanganan tanggap darurat dan memastikan upaya pencarian dan pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga terdampak bisa dilaksanakan secara optimal,” ucap Seskab Teddy.
Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa sebelumnya BNPB telah menyalurkan bantuan awal ke daerah terdampak berupa perahu karet dan mesin, tenda pengungsi, paket sembako, matras, selimut, pompa alkon, hingga dana dan dukungan lain sesuai kebutuhan di lapangan.


