Kapolres Tangsel Sebut 11 Orang Jadi Tersangka Penjarahan Rumah Sri Mulyan

26 Shares

JAKARTA – Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang menyampaikan, bahwa pihaknya telah menangkap 11 orang sebagai tersangka dalam kasus penjarahan kediaman pribadi mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

“Kita sudah menangkap dan melakukan penahanan terhadap 11 orang tersangka,” kata AKBP Inkiriwang dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025).

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa seluruh tersangka merupakan pelaku aktif, di mana mereka memang diduga sangat kuat melakukan penjarahan dan pengambilan barang pribadi milik Sri Mulyani di kediamannya di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, Banten pada hari Minggu, 31 Agustus 2025 dini hari.

“Ini adalah pelaku aktif yang melakukan tindak pidana tersebut,” ujarnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Inkiriwang berkomitmen untuk terus mengembangkan kasus ini hingga ditemukan aktor intelektualnya, atau dalang di balik kerusuhan dan penjarahan properti pribadi Sri Mulyani Indrawati.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman, pemeriksaan, serta kami akan melakukan pengembangan semaksimal mungkin untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam tindak pidana ini untuk kami akan melakukan proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa kediaman pribadi Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu target operasi penjarahan yang dilakukan oleh para perusuh. Mereka berbondong-bondong mendatangi kediaman pribadi mantan Direktur Pelaksana World Bank tersebut pada hari Minggu, 31 Agustus 2025 dini hari, di mana sebelumnya rumah pribadi sejumlah pejabat publik pun ikut menjadi sasaran perusakan dan penjarahan, termasuk di antaranya Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan juga Nafa Urbach.

Dari kediaman Sri Mulyani, berbagai barang pribadi diangkut keluar dari rumah, sebagian ada yang dibawa pulang oleh para pelaku, sebagian hanya tertumpuk di halaman depan rumah.

Namun salah satu yang paling menyesakkan hati Sri Mulyani adalah salah satu lukisan bersejarah dan penuh kenangan emosional dibawa pulang oleh salah satu penjarah. Lukisan tersebut bergambar bunga, di mana disampaikan Sri Mulyani, di balik lukisan tersebut tersirat sebuah simbol perenungan dan kontemplasi dirinya. Itu merupakan lukisan karya tangannya sendiri.

“Lukisan yang saya lukis 17 tahun lalu adalah hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri, sangat pribadi. Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai harganya,” tulis Sri Mulyani di akun Facebook pribadinya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
26 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru