JAKARTA – Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Menteri Haji dan Umrah Indonesia, pada Senin 8 September 2025 kemarin.
Usai dilantik, ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo mendorong penuh terkait upaya yang harus dilakukan, agar pihaknya dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji Indonesia untuk proyeksi Haji 2026.
“Terkait dengan haji, beliau (Presiden Prabowo Subianto – red) menyampaikan, apapun yang perlu dilakukan lakukan, untuk memberikan pelayanan terbaik pada jemaah haji kita,” kata Irfan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Menurutnya, hal itu merupakan suatu kepercayaan penting sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh demi keberhasilan penyelenggaraan haji.
“Apa yang disampaikan Pak Presiden, penugasan kepada kami sebagai Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji untuk Bang Dahnil merupakan amanah dan tanggung jawab yang berat,” tuturnya.
Ia menegaskan, tidak ada anggaran baru yang dialokasikan untuk penyelenggaraan haji tahun ini. Kata Irfan, dana yang digunakan berasal dari anggaran badan penyelenggara haji lama, ditambah dengan pengalihan anggaran dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) ke Kementerian Haji.
“Anggaran tidak ada anggaran baru. Anggaran kita badan penyelenggara haji yang lama, ditambah peralihan dari anggaran Dirjen PHU yang dialihkan ke Kementerian Haji,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga sudah memahami secara mendalam situasi penyelenggaraan haji di Indonesia maupun Arab Saudi, dalam kurun waktu 10 bulan. Maka dari itu, Gus Irfan menyambut baik arahan dari Presiden yang meminta agar segala upaya dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.
“Saya katakan 10 bulan terakhir, saya tahu persis bagaimana Medan haji, baik di Indonesia maupun di Saudi. Karena itu tadi saya sangat bergembira bahwa Presiden menyampaikan lakukan apa yang perlu dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji kita,” ungkapnya.


