JAKARTA – Samsung akhirnya resmi mengakhiri dukungan perangkat lunak untuk Galaxy Note 20 dan Galaxy Note 20 Ultra. Dua smartphone yang meluncur pada Agustus 2020 itu kini benar-benar memasuki masa pensiun setelah lima tahun menemani pengguna setianya. Dengan berakhirnya update keamanan terakhir pada September 2025, lini Galaxy Note pun resmi tinggal sejarah.
Galaxy Note 20 series pada awal kemunculannya hadir dengan One UI 2.5 berbasis Android 10. Kala itu, Samsung menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi, yang kemudian direalisasikan hingga One UI 5 berbasis Android 13. Sejak dua tahun terakhir, perangkat ini hanya menerima update keamanan bulanan. Kini, pembaruan terakhir itu menandai berakhirnya perjalanan Galaxy Note.
Meski demikian, warisan Galaxy Note tak sepenuhnya hilang. Fitur khasnya, S Pen, tetap hidup dan diteruskan ke lini flagship lain. Bagi para penggemar setia Note yang tak bisa lepas dari stylus legendaris ini, ada dua opsi utama untuk melanjutkan pengalaman premium mereka.
Pertama, seri Galaxy S Ultra yang kini menjadi penerus spiritual Galaxy Note. Sejak Galaxy S21 Ultra, lini ini hadir dengan dukungan penuh untuk S Pen, bahkan sudah menyediakan slot khusus di model-model terbaru agar pengalaman pengguna semakin praktis.
Kedua, seri Galaxy Z Fold, meskipun tidak sepenuhnya ideal. Model Fold generasi lama mendukung S Pen, namun mulai Galaxy Z Fold 7, dukungan itu dihapus. Bahkan pada Z Fold 6 atau sebelumnya, pengguna masih harus membeli S Pen secara terpisah serta menggunakan casing khusus karena perangkat tidak menyediakan slot bawaan.
Dengan berakhirnya perjalanan Galaxy Note 20 series, Samsung sekaligus menutup lembaran terakhir dari salah satu lini ponsel paling ikonik di dunia. Bagi banyak penggemar, Galaxy Note bukan sekadar ponsel besar dengan stylus, melainkan simbol inovasi yang mendefinisikan kategori phablet lebih dari satu dekade. Kini, tongkat estafetnya resmi berpindah ke Galaxy S Ultra dan sebagian lini Fold.


