JAKARTA – Insiden penjarahan rumah Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 30 Agustus 2025 meninggalkan luka psikologis mendalam bagi Uya Kuya. Ia mengaku baru berani menonton rekaman video kejadian tersebut sekitar tiga hari setelah peristiwa berlangsung.
“Sampai saat ini pun kami masih di rumah aman sebenarnya,” kata Uya Kuya dikutip Holopis.com, Jum’at (5/9).
Meski begitu, Uya memilih berhati-hati dalam memberikan komentar mengenai penjarahan tersebut. Menurutnya, ucapan yang salah bisa berbalik merugikan dirinya.
“Saya enggak mau ngomong soal penjarahan dulu. Biarlah suasana kondusif dulu. Karena kalau saya ngomong, takutnya digoreng dan dipotong-potong lagi,” ungkap pria berusia 50 tahun itu.
Uya juga mencontohkan pengalaman buruk yang sempat ia alami. Uya mengatakan ia pernah menjadi korban editan, di mana orang-orang tak bertanggungjawab mengedit videonya yang sudah lama.
“Saya tidak ngomong apa-apa saja, ada orang tak bertanggung jawab yang bikin konten pakai video lama saya. Mereka kasih caption seolah-olah saya ngomong begitu. Jadi lebih baik diam dulu deh,” tutkatanya.
Sebelumnya, Uya Kuya mengunggah video yang berisi permintaan maafnya pasca aksi demonstrasi yang ricuh di media sosial. Ia mengaku tak ingin membuat suasana menjadi gaduh, dan berjanji akan lebih hati-hati dalam bersikap di kemudian hari.
“Tidak ada sedikit pun niat dari kami untuk membuat suasana menjadi gaduh. Tapi janji saya, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya akan lebih hati-hati lagi dalam bersikap,” katanya.

