JAKARTA – Israel klaim telah menguasai 40 persen dari wilayah Gaza. Tak hanya itu, Israel juga berencana untuk semakin memperluas serangan mereka secara intensif. Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, serangan dalam beberapa hari mendatang direncanakan untuk merebut pusat perkotaan terbesar di daerah kantong pesisir tersebut.
“Hamas akan menghadapi kekuatan penuh IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di Gaza City,” kata Defrin, dikutip Holopis.com, Jum’at (5/9).
Ia mengatakan bahwa Israel akan terus menekan Hamas hingga mereka benar-benar bisa dikalahkan.
“Kami akan meningkatkan tekanan terhadap Hamas hingga mereka dikalahkan,” lanjutnya.
Defrin juga menampilkan rekaman video dari udara yang memperlihatkan beberapa blok bangunan meledak, yang menurutnya merupakan penghancuran infrastruktur bawah tanah di Zeitoun.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak tawaran Hamas untuk mencapai kesepakatan komprehensif guna mengakhiri perang dan membebaskan para sandera, yang digambarkannya sebagai propaganda.
Sebagai informasi, serangan baru Israel terhadap Gaza, yang telah hancur akibat serangan intensif selama hampir dua tahun, menuai kecaman atas dampaknya terhadap warga sipil. Serangan udara Israel telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur kota, sebagian besar penduduk telah mengungsi berulang kali, dan kelompok bantuan menyebut kelaparan mulai meluas.
Perlu diketahui, sejak 7 Oktober 2023, kampanye militer Israel di Gaza telah menewaskan 64.232 orang dan melukai 161.583 lainnya, menurut otoritas kesehatan Gaza pada Kamis, seraya menambahkan bahwa kelaparan dan malanutrisi di Gaza telah menyebabkan 370 kematian, termasuk 131 anak-anak.


