JAKARTA – Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212 (DTN PA 212) KH Ahmad Shobri Lubis menyampaikan imbauannya kepada seluruh anggotanya di Indonesia, untuk melakukan pengamanan ketat selama 24 jam non stop di wilayah masing-masing.
“Dewan Tanfidzi Nasional Persada 212 menginstruksikan kepada seluruh DTP, DTK, Korcam, Kordes dan simpatisan Persada 212 seluruh Indonesia untuk melakukan siafa 1, yang selalu siap 24 jam,” tulis Shobri Lubis dalam surat instruksi nomor 038/SK/DTN Persada 212/Rabiul Awal/1447 H seperti dilihat Holopis.com, Selasa (2/9/2025).
Ia juga meminta agar semuanya selalu memastikan wilayah mereka aman dan kondusif. Mengingat adanya aksi-aksi yang sangat destruktif dan terindikasi ingin menciptakan kekacauan nasional.
“Menjaga lingkungan sekitar dari perusuh yang digerakkan oleh kekuatan yang menginginkan negara ini tidak aman dan kondusif,” ujarnya.
Secara nasional, mantan Ketua Umum FPI tersebut menginstruksikan kepada seluruh anggota dan simpatisan PA 212 untuk terus menyerukan perlawanan terhadap oligarki hitam khususnya yang berada di bawah kekuasaan rezim pemerintahan era Jokowi.
Termasuk melawan segala manuver apa pun yang dilakukan oleh kelompok koruptor di Indonesia yang saat ini mungkin sedang terusik dengan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di era pemerintahan saat ini.
“Melakukan perlawanan terhadap semua kedzaliman secara persistent terhadap kekuatan oligarki hitam, kaki tangan rezim sebelumnya, koruptor, maupun lepentingan lainnya yang bersekutu dengan noe komunis yang akan merongrong kesatuan, persatuan dan keutuhan Indonesia sebagai bentuk cinta tanah air,” pungkasnya.
Kasus kerusuhan di sejumlah wilayah baik di Jakarta, Medan, Makassar dan lainnya saat ini tengah menjadi atensi serius dari Kepolisian. Bahkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan menangkap semua perusuh hingga pelaku penjarahan dalam kegiatan kerusuhan beberapa waktu terakhir.
Tak hanya kepada para pelaku, Kapolri juga telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk mendalami, mencari dan menangkap siapa pun yang menjadi dalang dan donatur dari aksi kerusuhan besar tersebut.
“Kami akan bergerak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan, kita akan menangkap mulai dari fakta yang kita dapat akan terus kita cari pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai,” kata Listyo, Senin 1 September 2025 kemarin..
Untuk saat ini, upaya maksimal juga masih dilakukan aparat Kepolisian untuk memastikan situasi aman dan kondusif, sehingga roda ekonomi dan investasi di Indonesia tetap bergerak dan bisa bertumbuh.
“Situasi yang ada sehingga masyarakat bisa kembali melaksanakan kegiatannya perekonomian bisa kembali tumbuh,” tukas Listyo.

