JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas menilai salah satu langkah strategis dan ampuh untuk semakin meredam amarah rakyat adalah dengan mencopot seluruh anggota DPR yang menjadi public enemy saat ini.
Karena menurutnya, amarah publik meledak-ledak karena ucapan dan tingkah sejumlah anggota dewan tersebut. Termasuk di antaranya adalah Sahroni cs.
“Unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat dipicu oleh para anggota DPR yang tidak memiliki empati atas situasi yang dialami masyarakat saat ini,” kata Fernando dalam keterangannya kepada Holopis.com, Selasa (2/9/2025).
Oleh sebab itu, penonaktifan kepada mereka bukan langkah yang tepat. Sebab secara konkret, hal itu hanya bersifat politis dan publik sudah memahami skenario tersebut. Sehingga tindaklanjutnya bukan nonaktif dari pemberhentian dengan mekanisme PAW (pergantian antar waktu).
“Semua pimpinan partai politik melakukannya, yaitu melakukan PAW terhadap kadernya di DPR RI,” ujarnya.
Selanjutnya, ia berharap kasus anggota dewan yang dinilai nir-empati semacam itu tidak terulang lagi, kemudian anggota dewan kembali fokus bekerja untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.
“Masyarakat saat ini sedang susah karena harga kebutuhan pokok yang naik dan masih banyak pengangguran, tetapi para anggota menikmati kenaikan tunjangan rumah dengan nilai fantastis,” tukas Fernando.
Sekadar diketahui, bahwa beberapa hari terakhir di pekan kemarin telah terjadi kerusuhan yang sangat besar di berbagai daerah. Salah satunya di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah rumah pribadi pejabat pun menjadi sasaran penjarahan dan perusakan. Sebut saja kediaman pribadi Ahmad Sahroni. Rumah politisi Partai NasDem tersebut porak poranda, barang-barang pribadi dijarah hingga kendaraan mewah yang terparkir pun rusak dihancurkan massa anarkis.
Selain kediaman Sahroni, rumah pribadi Uya Kuya dan Eko Patrio juga menjadi sasaran amukan massa anarkis. Begitu juga kediaman Nafa Urbach yang notabane adalah rumah kontrakan di kawasan Bintaro.
Selain itu, rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani juga tak luput dari aksi penjarahan. Meskipun tak banyak barang pribadi mantan petinggi World Bank tersebut dijarah, namun sejumlah aset pribadi tampak dikeluarkan dari rumah dan ditumpuk di pelataran.


