JAKARTA – TNI (Tentara Nasional Indonesia) menepis anggapan sejumlah pihak yang menuding adanya upaya pembiaran dalam kerusuhan di beberapa lokasi sejak Jumat (29/8) lalu.
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menjelaskan, TNI selalu menunggu komando presiden dalam setiap langkah. Terlebih, saat ini Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi agar prajurit TNI turun membantu Polri mengamankan demonstrasi.
“Pak Presiden panggil kapolri dan panglima itu tanggal 30 Agustus 2025. Tanggal 31 Agustus 2025 kita turun,” kata Tandyo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Senin (1/9).
Tandyo juga tidak terima jika TNI tidak bertindak terhadap warga yang melakukan penjarahan selama demonstrasi. Tandyo menekankan, TNI bekerja sesuai aturan.
“Saya sampaikan taat konstitusi ya. Kita taat konstitusi. Konstitusinya bicara kan seperti itu. Kita kan perbantuan,” tegasnya.
Tandyo kembali menegaskan bahwa TNI akan terus solid dalam satu komando. Menurut dia, TNI turun untuk memberikan bantuan kepada institusi lain ketika perintah sudah turun.
“Ini saya sampaikan bahwa pada saat tanggal 30 (Agustus), Pak Presiden memanggil Panglima TNI dan Kapolri menyampaikan statement itu dan kita solid jadi satu, di situ, bagaimana untuk mengelola ini sama-sama,” tutupnya.
Beberapa hari terakhir, aksi unjuk rasa diwarnai kericuhan, mulai dari pelemparan batu hingga perusakan fasilitas umum. Namun, situasi berhasil dikendalikan.

