JAKARTA – Peningkatan serangan Israel terhadap area permukiman di Gaza menyebabkan korban jiwa bertampah dalam jumlah besar. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa serangan udara dan penembakan meningkat di beberapa wilayah Gaza selama beberapa hari terakhir, sementara serangan juga terus berlanjut di Deir al-Balah dan Khan Younis.
“Jika operasi darat Israel yang telah diumumkan di Gaza City terus berlanjut, ribuan keluarga yang sudah berada dalam kondisi kemanusiaan memprihatinkan dapat menjadi semakin terdesak,” kata OCHA, dikutip Holopis.com, Jum’at (15/8).
Mereka mengatakan bahwa hingga saat ini untuk memberikan bantuan kepada Gaza sulit, dan akses sangat terbatas untukmemberikan bantuan dalam skala yang dibutuhkan.
“Dengan 86 persen wilayah Jalur Gaza kini berada di zona militerisasi Israel atau berada di bawah perintah pengungsian, kelompok-kelompok bantuan kesulitan dalam mendapatkan akses dan pasokan untuk memenuhi kebutuhan mendesak pada skala yang dibutuhkan,” lanjut
OCHA menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, suhu melonjak, dan ratusan ribu orang kini tidak terlindungi dari suhu panas.
“Hampir semua orang di Gaza telah mengungsi setidaknya sekali sejak perang dimulai, dan tempat penampungan sementara yang berhasil mereka bangun atau peroleh sering kali rusak atau ditinggalkan karena terburu-buru melarikan diri,” kata OCHA.
Mereka pun hanya bisa menyerukan gencatan senjata, serta pembebasan sandera tanpa syarat. Akses kemanusiaan tanpa hambatan juga saat ini menjadi hal yang paling penting dan sangat vital untuk dilakukan.
“Kami menegaskan kembali seruan kami untuk gencatan senjata, pembebasan semua sandera tanpa syarat sesegera mungkin, serta akses kemanusiaan tanpa hambatan,” kata kantor tersebut.

