Merah Putih One For All Hanya Tayang di 3 Bioskop

0 Shares

JAKARTAFilm Merah Putih One For All sudah tayang di beberapa bioskop Indonesia pada hari ini, Kamis (14/8). Film animasi yang kontroversial dan banyak dicibir oleh netizen ini ternyata hanya tayang di tiga bioskop.

Terpantau Holopis.com di situs TIX ID, Merah Putih One For All hanya tayang di bioskop Kelapa Gading XXI, Kemang Village XXI, dan Puri XXI. Selain itu, film ini hanya tayang di 15 layar.

Sejak trailer film ini menjadi viral, netizen langsung ramai membincarakan grafik yang sangat buruk, serta isu biaya yang sangat mahal untuk memproduksinya.

Sebelum Sobat Holopis tonton di bioskop, ini dia beberapa fakta Merah Putih One For All yang bisa Sobat Holopis simak.

1. Isu Film Dibiayai Kementerian Ekraf (Ekonomi Kreatif)

Munculnya isu bahwa film ini dibiayai oleh Kementerian Ekraf pun mengundang banyak kontroversi di antara masyarakat. Isu tersebut sampai membaut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar angkat bicara dan membahas Film Animasi kontroversial itu.

Awalnya, ia mengucapkan selamat kepada kru film atas penayangan film animasi itu.

- Advertisement -

Ia kemudan mengakui memang ada audensi antara pihak kru film dan juga Kementerian Ekraf terkait memberikan masukan soal kualitas film, namun ia membantah pihak Kementerian Ekraf terlibat secara finansial di film Merah Putih One For All itu.

“Saya sendiri menerima audiesi tim produksi film beberapa waktu yang lalu, di mana saya menyampaikan beberapa masukan dari saya, termasuk technical terkait cerita karakter looks, and feels,” ktanya.

“Namun kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi,” kata Irene.

2. Siapa Dibalik Tim Produksi Film Animasi Merah Putih One For All?

Film ini diketahui disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari, yang juga berperan sebagai penulis naskah. Endiarto bahkan juga berperan sebagai produser eksekutif dan merupakan penggagas dari proyek ini. Rumah produksi di balik film animasi ini adalah Perfiki Kreasindo.

Namun terlihat dari akun Instagram Perfiki.TV, rumah produksi ini belum ada lagi memproduksi film apa pun

3. Cemoohan dari Netizen

Trailer film ini pun dipenuhi dengan komentar-komentar ejekan dari netizen yang menilai betapa buruknya animasi film ini. Seorang netizen mengatakan film ini lebih cocok diproduksi di tahun 1980an.

“Konon film ini diproduksi tahun 1980, sengaja disimpan untuk memperingati hari kemerdekaan ke-80,” kata @kasturya6927.

Kemudian ada juga netizen yang mengaku sebagai siswa animasi, dan menangis melihat hasil karya tersebut.

“Gue yang belajar animasi menangis meronta-ronta 40 kali keliling melihat ini,” kata @VenomBlink-j7g.

Ada juga netizen lainnya yang dengan lantang mengatakan bahwa film ini benar-benar tak layak ditayangkan di bioskop, dan cukup di Youtube saja.

“Kalau cuma ditayangin di Youtube sih nggak masalah, tapi ini dengan pedenya pengen ditayangin di bioskop. Pede boleh, tapi sadar diri juga njir, ini mga nggak layak buat ditonton di bioskop.

Sobat Holopis kepikiran untuk nonton tidak?

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU