MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

GNK Nilai Sudewo Sudah Kehilangan Marwah Jadi Bupati

5 Shares

PATI – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menyatakan dukungan penuh terhadap aksi besar-besaran yang akan digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu pada Rabu 13 Agustus 2025.

Di mana aksi ini menuntut Bupati Pati, Sudewo, untuk segera lengser dari jabatannya.

- Advertisement -

Menurut Habib Syakur, seorang pejabat publik sudah selayaknya mengundurkan diri ketika kepemimpinannya sudah tidak lagi dipercaya oleh rakyat.

“Sudewo sudah tidak punya marwah dan legitimasi di mata rakyat Pati. Kepemimpinan yang kehilangan kepercayaan rakyat harus segera berakhir, demi menjaga martabat daerah dan kelanjutan pembangunan yang berpihak pada warga,” tegas Habib Syakur, Selasa (12/8/2025).

- Advertisement -

Menurutnya, pembatalan kenaikan PBB-P2 yang sempat diumumkan Sudewo ternyata tidak menghapus luka dan kemarahan masyarakat. Kebijakan yang awalnya menaikkan pajak hingga 250% itu, kata Habib, menunjukkan lemahnya sensitivitas pemimpin terhadap kondisi ekonomi rakyat.

“Rakyat Pati tidak akan lupa bagaimana kebijakan itu lahir. Ini bukan sekadar soal pajak, tapi soal cara memimpin yang abai terhadap nurani rakyat,” ujarnya.

Habib Syakur menilai, insiden protes warga pada acara kirab Hari Jadi Pati serta penolakan massif terhadap kebijakan Bupati menjadi bukti nyata bahwa Sudewo sudah kehilangan pegangan dukungan di akar rumput.

“Ketika rakyat sudah menolak di jalanan, itulah tanda kepemimpinan berakhir,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang konsisten mengawal aspirasi warga hingga ke tuntutan akhir, yaitu pelengseran Sudewo.

“Ini gerakan murni dari rakyat Pati, bukan ditunggangi kepentingan politik seperti yang dituduhkan. Justru rakyat bergerak karena nurani mereka sudah tidak sanggup melihat daerah ini dipimpin dengan cara seperti sekarang,” tutur Habib.

GNK, lanjutnya, menyerukan agar seluruh elemen masyarakat Pati bersatu dalam aksi besok. Karena hanya dengan kekomapakan, maka suara rakyat bisa dikabulkan oleh Tuhan.

“Kita harus menunjukkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika rakyat sudah bicara, pemimpin yang arif akan tahu diri untuk mundur,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, bahwa Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu besok rencananya akan diikuti puluhan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati, dengan titik kumpul di Alun-alun Pati sebelum bergerak menuju kantor Bupati.

Koordinator Lapangan (Korlap) Penggalangan Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto mengungkap, pihaknya kini memiliki target baru. Di mana massa tetap ngotot ingin melengserkan Sudewo dari kursinya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pati.

“Sekalipun benar pajak kembali diturunkan, kami akan tetap demo. Kami akan tetap penuhi Alun-Alun Pati tanggal 13 besok. Targetnya menurunkan Sudewo dari jabatan bupati,” kata Teguh, Sabtu 9 Agustus 2025.

Ia menyebut Bupati Sudewo melanggar janji kampanyenya saat Pilkada 2024 yang tidak akan menaikkan pajak karena akan menyusahkan warganya.

Bupati Sudewo juga dinilai telah menantang dengan mengaku siap didemo oleh 50.000 orang buntut menaikan tarif PBB-P2. Sekalipun akan ada demonstrasi sebesar itu, kader Partai Gerindra itu sempat jumawa tak akan gentar dan bergeming.

“Setelah itu nantang warga yang tidak setuju untuk demo. Setelah kami terima tantangannya, dia ngomong membatalkan kenaikan pajak. Bagi saya itu kata-kata seperti pepesan kosong, omon-omon saja,” ungkapnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru