JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan ratusan orang menggeruduk kawasan elite Pondok Indah dan lapangan golf di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, massa disebut berasal dari organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya, yang dibentuk oleh Hercules.
“Gawat!!! Golf pondok indah diserbu GRIB,” tulis akun Instagram @paltiwest dalam narasi video yang diunggahnya, dikutip Holopis.com, Kamis (7/8).
Unggahan tersebut menyebut bahwa Hercules dan kelompoknya berencana mengambil alih perumahan serta lapangan golf di Pondok Indah. Tak pelak, video ini memicu beragam reaksi warganet, mulai dari rasa khawatir hingga kecaman terhadap aksi tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly membenarkan adanya kerumunan massa di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi itu dipicu oleh persoalan sengketa lahan antara ahli waris dan pengembang properti.
“Ahli waris Toton Cs mengklaim bahwa tanah mereka di Pondok Indah belum dibayar oleh pihak PT Metropolitan Kencana,” kata Nicolas saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/8).
Meski sempat menimbulkan kegaduhan, Nicolas menegaskan bahwa tidak terjadi bentrokan antara massa dan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian bahkan langsung mengerahkan personel Brimob guna mengamankan situasi.
“Nggak ada bentrok. Aman terkendali, massa sudah bubar dari jam 14.00. (Pengerahan Brimob) kan bentuk pelayanan Polri dan pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat karena massa pengunjuk rasa kan banyak,” jelas Kapolres.
Saat ini, situasi di kawasan Pondok Indah dilaporkan telah kembali kondusif. Polisi masih memantau perkembangan sengketa tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.


