Viral di Jeneponto, Guru Honorer di Pecat dan Digantikan Adek Kepala Sekolah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JENEPONTO – Seorang guru honorer di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga dipecat. Video pemecatan guru tersebut viral di medis sosial.

Dalam video beredar memperlihatkan seorang guru honorer diduga dipecat secara sepihak usai memprotes pergantian posisinya sebagai wali kelas.

Peristiwa tersebut terjadi di ruang guru SD Negeri 7 Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Dalam video viral itu, guru honorer tersebut bernama Sri Kurnia Rahayu. Dia meluapkan kekecewaannya kepada kepala sekolah karena tidak terima posisinya sebagai wali kelas digantikan oleh tenaga PPPK paruh waktu.

Padahal Sri Kurnia Rahayu mengaku telah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru honorer di sekolah tersebut. Posisinya sebagai wali kelas tiba-tiba digantikan seorang guru PPPK paruh waktu yang baru terangkat.

Ironisnya, guru PPPK paruh waktu yang menggantikan posisi Sri Kurnia Rahayu diduga merupakan adik kandung kepala sekolah. Padahal, menurut Sri, guru tersebut sebelumnya sudah tidak aktif mengajar di SD Negeri 7 Bontoramba.

- Advertisement -

Situasi itu memicu protes keras dari Sri Kurnia Rahayu hingga berujung cekcok dengan kepala sekolah. Rekaman adu mulut tersebut kemudian menyebar luas dan memicu reaksi publik.

Menanggapi viralnya dugaan pemecatan guru honorer di Jeneponto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto langsung turun tangan melakukan mediasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Basri, membantah adanya pemecatan guru honorer seperti berita yang beredar.

“Tidak ada pemecatan, fakta di lapangan tidak ada. Guru itu masih mengajar. Mungkin itu bahasa spontanitas, secara tertulis tidak ada pemecatan cuma rumor yang berkembang,” ucap Basri, kepada Holopis.com, Rabu (14/1).

Dia menyebut peristiwa tersebut murni akibat miskomunikasi antara kepala sekolah dan guru honorer tersebut.

“Tadi kita sudah damaikan, cuma misskomunikasi saja antara guru honorer dengan kepala sekolah,” katanya.

Menurut Basri, pascamediasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, konflik internal tersebut dinyatakan selesai.

Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 7 Bontoramba kini telah kembali berjalan normal seperti sediakala.

Pihak Disdik Jeneponto mengimbau seluruh tenaga pendidik dan kepala sekolah agar mengedepankan komunikasi yang baik serta profesionalisme demi menjaga iklim pendidikan yang kondusif.

Diketahui dalam video yang beredar luas, guru honorer perempuan itu mengaku telah mengabdi selama empat tahun di sekolah tersebut.

Dia mengaku kecewa, karena tiba-tiba dikeluarkan setelah mempertanyakan pergantian dirinya dengan kerabat kepala sekolah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rio Anthony
Ronalds Petrus Gerson
Rio Anthony, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU