JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menorehkan pencapaian bersejarah. Sepanjang pekan perdagangan 21–25 Juli 2025, BEI mencatat jumlah order tertinggi sepanjang sejarah, mengindikasikan lonjakan signifikan dalam partisipasi investor ritel maupun institusi di pasar modal Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PT BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya angka statistik, tetapi mencerminkan sinyal kuat atas tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional, di tengah tantangan global yang tak sedikit.
“Jumlah order di BEI pada pekan ini juga memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Data-data ini merupakan sinyal kuat adanya peningkatan kepercayaan investor di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi, seiring dengan berbagai implementasi inisiatif strategis yang dilakukan oleh BEI bersama stakeholders,” ujar Kautsar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Holopis.com, Sabtu (26/7).
Peningkatan signifikan tidak hanya terjadi pada jumlah order, tetapi juga frekuensi dan volume transaksi harian. Rata-rata volume transaksi harian naik 6,40% menjadi 27,40 miliar lembar saham, sementara frekuensi transaksi juga naik 2,31% menjadi 1,73 juta kali per hari. Kinerja ini menegaskan bahwa pasar saham semakin aktif dan inklusif, menjangkau lebih banyak investor dalam negeri.
Meskipun rata-rata nilai transaksi harian mengalami sedikit penyesuaian, yakni turun 3,19% menjadi Rp16,09 triliun dari Rp16,62 triliun pada pekan sebelumnya, keseluruhan aktivitas pasar tetap menunjukkan fundamental yang solid.
Kautsar menambahkan, peningkatan partisipasi ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif strategis yang terus digulirkan oleh BEI, termasuk digitalisasi layanan, edukasi investor, serta kolaborasi dengan para pelaku industri pasar modal.
“Dengan semakin tingginya partisipasi investor dan aktivitas transaksi, maka dapat semakin besar pula peran pasar modal Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional untuk menuju Indonesia yang berdaulat,” ungkapnya.
Sementara itu, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp233,39 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini, dengan total jual bersih sepanjang tahun 2025 mencapai Rp59,637 triliun.


