Panas! Menteri Israel Serukan Bunuh Presiden Suriah

0 Shares

JAKARTA – Ketegangan di Suriah kembali memuncak setelah Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, secara terbuka menyerukan aksi pembunuhan terhadap Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa.

Pernyataan kontroversial ini memicu kecaman dan memperdalam krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Sweida, wilayah selatan Suriah.

Dalam pernyataan resminya, Chikli menyebut Al-Sharaa sebagai teroris dan pembunuh brutal. Ia mengaitkan Presiden Suriah itu dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

“Jika terlihat seperti Hamas, berbicara seperti Hamas, dan bertindak seperti Hamas, maka itu memang Hamas,” ujar Chikli, dikutip Holopis.com dari kantor berita Al-Jazeera, Kamis (17/7).

“Sharaa adalah teroris. Lebih baik kita singkirkan dia sekarang,” tambahnya menegaskan

Pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah konflik berdarah yang melibatkan kelompok Druze dan suku Badui di Sweida. Konflik ini memicu intervensi militer dari pasukan Suriah, dan menimbulkan kekhawatiran pelanggaran hak asasi manusia.

- Advertisement -

Ketegangan di Suriah pun semakin memanas, setelah adanya serangan udara Israel yang dilaporkan menghantam Damaskus, termasuk area dekat Kementerian Pertahanan dan istana presiden.

Menurut otoritas Suriah, sedikitnya tiga orang tewas dan 18 lainnya terluka akibat serangan udara tersebut. Militer Israel juga telah mengakui serangan itu atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang saat ini menjadi subjek investigasi Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan perang di Gaza.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, turut menambah panas suasana dengan menyebut bahwa pembantaian terhadap kaum Druze membuktikan kepemimpinan Suriah selalu ekstremis dan brutal.

Ia juga menyerukan agar Israel mempertahankan kendali atas Gunung Hermon untuk melindungi permukiman di Dataran Tinggi Golan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shibani, menegaskan bahwa melindungi komunitas Druze adalah tanggung jawab negaranya. Ia memperingatkan agar kekuatan asing tidak mencampuri urusan dalam negeri Suriah.

Pada hari yang sama, laporan saksi mata menyebutkan adanya eksekusi lapangan terhadap warga Druze di Sweida oleh milisi pro-pemerintah. Video yang beredar menunjukkan tindakan kekerasan dan pelecehan terhadap warga sipil Druze.

Sebagai tambahan informasi, Sweida kini menjadi titik panas dari konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dengan sekitar 800.000 warga Druze dari total 22 juta penduduk Suriah, wilayah ini menjadi salah satu pusat konsentrasi etno-religius yang rentan terhadap kekerasan bersenjata.

Meski Israel berdalih melindungi komunitas Druze, banyak pemimpin Druze di Suriah menyatakan penolakan terhadap intervensi asing, seraya mendukung solusi damai dan kedaulatan nasional.

Situasi yang terus memburuk di Sweida menjadi tantangan besar bagi stabilitas kawasan, di tengah dinamika politik regional Timur Tengah yang semakin kompleks.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU