JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya tata kelola yang kredibel dan akuntabel dalam memperkuat arah investasi nasional, khususnya di sektor energi dan mineral.
Hal itu disampaikan saat bertemu dengan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam sebuah diskusi strategis di Jakarta, Rabu (9/7) malam.
Fokus pertemuan dengan CIO badan pengelola investasi ini lebih diarahkan pada penguatan peran investasi jangka panjang dan mekanisme reinvestasi di sektor-sektor strategis.
“Dengan komitmen dan tata kelola yang baik, pertemuan ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan pro-investasi,” ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Kamis (10/7).
Diskusi tersebut turut menyoroti pentingnya menjaga arah investasi agar senantiasa berpihak pada kepentingan publik.
Menurut Menkeu, sinergi antara pemerintah dan pelaku investasi seperti Danantara merupakan pilar utama dalam menciptakan ekosistem yang sehat, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
“Investasi Danantara harus tetap berakar pada kepentingan publik,” tegasnya.
Dalam konteks sektor energi dan mineral yang kini berada di persimpangan transformasi global, pemerintah memandang perlu adanya strategi investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi dampak sosial yang nyata.
Reinvestasi pada komoditas strategis menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
Sebagai pengelola investasi, Danantara dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui BUMN. Visi menciptakan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah dari sektor hilirisasi juga menjadi bagian dari diskusi yang digarisbawahi dalam pertemuan tersebut.


