JAKARTA – Hujan deras yang melanda wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir telah mengakibatkan banjir, khusus di Kota Jakarta.
Antisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Khusus Jakarta tengah mempersiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meminimalisir dampak cuaca ekstrem susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji saat dihubungi Holopis mengatakan, rencana OMC merupakan hasil koordinasi dengan BMKG, BRIN, BNPB, TNI AU dan BPBD Jawa Barat.
Ia menyampaikan, bahwa OMC akan dilaksanakan oleh BNPB atas arahan Kepala BNPB dengan fokus di wilayah Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta.
“OMC akan dimulai dari wilayah Bogor sebagai daerah hulu untuk menahan peningkatan debit air yang berpotensi mengalir ke Jakarta. Selain banjir, Bogor juga rawan longsor,” ungkap Isnawa, Selasa (8/7).
Ia menjelaskan, hujan yang mengguyur Jakarta kemarin masuk kategori lebat hingga sangat lebat, mendekati ekstrem.
Meskipun prediksi BMKG menunjukkan penurunan intensitas hujan dalam tiga hari ke depan, namun di hari keempat ada indikasi peningkatan awan hujan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Isnawa mengatakan, BPBD Jakarta telah melaporkan rencana OMC kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Upaya OMC ini diharapkan dapat menjadi langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya banjir lanjutan, terutama di wilayah yang rawan terdampak luapan sungai dari daerah hulu.
“Dengan anggaran yang tersedia, kami tengah mempersiapkan OMC sambil terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG. Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB kemungkinan akan dimulai besokmenyesuaikan prediksi terkini BMKG,” tandasnya.
Terakhir BPBD Jakarta telah mencatat hingga Senin (6/7) pukul 20:00 sebanyak 12 RT di Jakarta terdampak banjir.
BPBD DKI Jakarta melaporkan per pukul 19.00 WIB, Bendung Katulampa berstatus Siaga 3. Hujan yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah titik.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” demikian keterangan BPBD DKI.
Berikut data banjir per pukul 20.00 WIB.
Jakarta Barat terdapat 7 RT yang terdiri:
• Kelurahan Semanan : 1 RT
Ketinggian: 30 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi Dan Luapan Kali Semanan
• Kelurahan Duri Kepa : 2 RT
Ketinggian: 40 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi
• Kelurahan Sukabumi Selatan : 2 RT
Ketinggian: 75 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi
• Kelurahan Sukabumi Utara : 2 RT
Ketinggian: 50 s.d 60 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi
Jakarta Selatan terdapat 5 RT yang terdiri:
• Kelurahan Cilandak Barat : 1 RT
Ketinggian: 70 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi Dan Luapan Kali Krukut
• Kelurahan Pondok Labu : 1 RT
Ketinggian: 120 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi Dan Luapan Kali Krukut
• Kelurahan Cilandak Timur : 3 RT
Ketinggian: 40 s.d 90 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi Dan Luapan Kali Krukut
Wilayah yang sudah surut:
1. Kel. Lebak Bulus: 1 RT
2. Kel. Ciganjur: 1 RT.

