JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan mengajak perusahaan-perusahaan asal Prancis untuk memperluas keterlibatan investasi mereka di Indonesia.
Ajakan ini ia sampaikan saat menerima Delegasi Bisnis Prancis yang hadir bersamaan dengan kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Jakarta pada Rabu (28/5) kemarin.
Luhut menyoroti berbagai sektor strategis yang terbuka lebar bagi investasi asing, termasuk hilirisasi industri, energi, digitalisasi, pertahanan, dan sektor keuangan.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan bahwa Indonesia telah mengalami transformasi ekonomi yang signifikan dalam sepuluh tahun terakhir.
“Transformasi melalui hilirisasi industri, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur telah membawa wajah baru bagi perekonomian Indonesia,” ujar Luhut, seperti dikutip Holopis.com dari ungguhan di akun Instagramnya, Kamis (29/5).
Ia juga menekankan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah pembentukan satuan tugas deregulasi.
“Presiden Prabowo saat ini bahkan telah membentuk satuan tugas deregulasi yang berfokus pada penyederhanaan regulasi ekspor-impor, aturan TKDN, dan perizinan usaha,” ungkapnya.
Menurut Luhut, kerja sama ekonomi Indonesia dan Prancis sejauh ini sudah menunjukkan hasil yang positif. Sepanjang tahun 2024 saja, nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai USD 2,4 miliar.
Sementara itu, investasi Prancis di Indonesia senilai USD 328 juta. Angka itu tersebar di berbagai sektor, utamanya sektor properti, mineral non-logam, serta industri kimia.
Meski demikian, Luhut menilai angka tersebut masih bisa ditingkatkan. Untuk itu, ia mengundang lebih banyak pelaku usaha dari Prancis untuk menjajaki potensi baru yang ditawarkan Indonesia.
“Saya juga turut mengundang perusahaan-perusahaan Prancis untuk mengambil bagian dalam peluang investasi di sektor-sektor strategis seperti hilirisasi, ketahanan energi, ekonomi digital, industri pertahanan, hingga sektor keuangan,” katanya.
Dengan iklim investasi yang semakin ramah dan potensi pasar domestik yang besar, Luhut pun mengaku cukup optimistis hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis ke depan dapat tumbuh lebih kuat.
“Dengan semangat kolaborasi, kita bisa menciptakan lebih banyak peluang yang saling menguntungkan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi kedua negara,” pungkasnya.


