JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat mulai dari Karawang hingga Kabupaten Bekasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, untuk di Karawang, banjir melanda setidaknya tiga kecamatan di Kabupaten Karawang.
“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Citarum, Sungai Cibeet dan Sungai Cidawolong,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (20/5).
Abdul mengatakan, kondisi tersebut mengakibatkan Kecamatan Telukjambe Barat, Kecamatan Karawang Barat dan Kecamatan Telukjambe Timur terendam banjir.
Akibat peristiwa ini dilaporkan sebanyak 1,216 jiwa terdampak dan 80 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Ikhlas.
“Untuk kerugian materiil tercatat sebanyak 292 rumah, lima fasilitas umum terdampak dengan ketinggian muka air 10 – 150 sentimeter,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Karawang terus lakukan asesmen dan koordinasi lintas instansi untuk lakukan upaya penanganan darurat terhadap korban terdampak.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Bekasi. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran air meluap dan merendam permukiman warga pada Minggu (18/5).
Peristiwa ini terjadi di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin dan Desa Wanasari Kecamatan Cibitung yang menyebabkan sebanyak 4,262 jiwa dan kerugian materiil tercatat sebanyak 1,533 unit rumah warga terdampak.
Abdul memastikan BPBD Kabupaten Bekasi lakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat serta instansi terkait untuk lakukan upaya bantuan terhadap warga terdampak.
Untuk kondisi mutakhir yang dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Bekasi bahwa banjir telah surut dan warga masih lakukan pembersihan rumah serta lingkungan dari material sisa banjir.
Abdul kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam mengantisipasi ancaman potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.
“Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter,” imbaunya.
“Pemerintah daerah diminta untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan pemerintah dan tidak termakan dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” imbaunya.


