Kadin Yakin RI Bisa Jadi Juru Kunci Perdamaian Dagang AS-China

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyuarakan optimisme besar terhadap peran strategis Indonesia di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kini tensinya sedikit menurun.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menilai, bahwa Indonesia berada di posisi penting untuk menjadi jembatan ekonomi antar kedua negara, maupun stabilitas di kawasan.

“Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN dan satu-satunya anggota G20 dari kawasan ini ingin memainkan peran serupa. Tujuan akhirnya adalah membawa kesejahteraan, baik bagi rakyat Indonesia maupun bagi dunia,” kata Anindya dalam keterangan resminya yang diterima Holopis.com, Sabtu (17/5).

Anindya menekankan pentingnya stabilitas Timur Tengah serta peluang peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Ia menilai suasana pertemuan sangat kondusif dan membangkitkan semangat positif antarnegara.

“Saya pikir itu adalah jamuan kenegaraan yang sangat baik. Tapi yang lebih penting, semua orang pulang dengan suasana hati yang positif. Banyak pembicaraan soal perdagangan dan investasi,” ujarnya.

Anindya juga menyoroti peluncuran Sovereign Wealth Fund (SWF) terbaru, Danantara Indonesia, yang disebutnya memiliki aset kelolaan hingga USD900 miliar. Ia menilai SWF ini dapat menjadi jembatan strategis untuk co-investment antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kunjungan Anindya ke AS dua pekan sebelumnya juga membuka wacana kesamaan sikap antara pelaku usaha kedua negara. Ia menyebut, baik Indonesia maupun AS sama-sama ingin menghindari efek buruk dari kenaikan tarif yang berpotensi memicu inflasi.

“Mereka (pelaku usaha AS) benar-benar ingin segera menyepakati kesepakatan karena setiap kenaikan tarif akan mendorong inflasi,” katanya.

Saat ini, nilai perdagangan bilateral Indonesia-AS tercatat sebesar USD40 miliar, dengan AS menjadi mitra dagang terbesar kedua setelah China. Namun Anindya melihat potensi peningkatan yang sangat besar dalam waktu dekat.

“Kami bisa impor kedelai, gandum, kapas, daging, dan produk susu dari Amerika Serikat, dan di saat yang sama ekspor elektronik, furnitur, alas kaki, dan garmen. Selain itu, ada peluang kerja sama baru dalam hal mineral kritis,” ungkapnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU