Wamentan Sudaryono Ungkap “Senjata Rahasia” Indonesia Jadi Raksasa Pangan dan Energi

0 Shares

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pentingnya riset, inovasi, dan modernisasi sebagai kunci meningkatkan daya saing pertanian Indonesia di pasar global. Hal ini ia sampaikan saat kunjungan kerjanya ke Taman Sains Pertanian (TSP) Balai Riset Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) di Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, meninjau sejumlah fasilitas penting seperti area pembibitan kopi, koleksi plasma nutfah tanaman perkebunan, hingga proses pengolahan kakao dan pengembangan biofuel.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Negara kita ini keren. Ada 64 balai riset di Kementan yang sudah mengelola dari hulu ke hilir dari perbenihan hingga pascapanen. Potensi ini harus kita optimalkan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Holopis.com, Senin (12/5).

Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia kembali menjadi pemimpin global dalam komoditas perkebunan, sembari terus memperkuat swasembada pangan.

- Advertisement -

“Kita ingin tebu, sawit, dan komoditas lainnya tidak hanya unggul sebagai pangan, tapi juga jadi sumber energi, seperti bioetanol dan biodiesel. Ini keunggulan komparatif yang belum banyak negara miliki,” lanjutnya.

Tak hanya fokus pada energi hijau, Sudaryono juga menekankan pentingnya hilirisasi dan keterlibatan generasi muda. Ia menyoroti gap antara hasil riset dan penerapan di lapangan.

“Banyak anak muda belajar dari media sosial tanpa dasar ilmiah. Kita ingin mendekatkan hasil riset ke dunia usaha, agar mereka bisa meniru model bisnis berbasis data dan teknologi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Sudaryono mendorong kolaborasi erat antara Kementan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian, sejalan dengan visi teknologi presisi di sektor pertanian.

Kepala BRMP TRI, Evi Savitri Iriani, menambahkan bahwa balai yang ia pimpin telah menghasilkan benih unggul dan teknologi olahan yang siap pakai.

“Dengan kunjungan Pak Wamen, kami ingin masyarakat tahu bahwa balai riset bisa jadi pusat belajar, bukan hanya menulis jurnal, tapi langsung dirasakan manfaatnya di lapangan,” tutupnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis