BNPB Wanti-Wanti Pemprov Sumbar Bersiap Hadapi Potensi Bencana Megathrust Hingga Erupsi Gunung Marapi

0 Shares

JAKARTA – Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen Suharyanto meminta masyarakat Sumatera Barat untuk selalu waspada dalam menghadapi setiap potensi bencana yang bisa terjadi di wilayah mereka.

Hal itu disampaikan Letjen Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi Penanggulangan Bencana dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (7/5).

Kemudian Kepala BNPB membahas sejumlah bencana hidrometeorologi maupun geologi yang pernah terjadi dan diperkirakan berpotensi terjadi.

Salah satunya zona Megathrust yang mengintai wilayah Sumatra Barat, mungkin akan terjadi gempa dan berpotensi membangkitkan tsunami di sepanjang pesisir Sumatra Barat dan Kepulauan Mentawai.

“Kita harus mempersiapkan semaksimal mungkin, dengan melakukan latihan simulasi evakuasi dilaksanakan secara mandiri dan dari BNPB pun sudah melatih beberapa kali, serta beberapa shelter yang telah dibangun dapat menyelamatkan diri dalam waktu sementara,” kata Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.

Selanjutnya, Suharyanto mengungkap bahwa di Sumatra Barat terdapat kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai salah satu upaya peningkatan kesiapsiagaan, yaitu Rumah Gadang.

- Advertisement -

“Pada tahun 2022 ada gempa di Pasaman dan Pasaman Barat, rumah gadang lebih kokoh dibandingkan bangunan baru dari bata merah roboh. Sebenarnya orang tua dan nenek moyang kita sudah tahu dan sudah paham, sehingga membuat rumah itu ketika terjadi goyangan gempa itu tahan, kemudian dibuat tinggi itu untuk mencegah air masuk,” jelasnya.

“Ini menjadi perhatian kita semua, barangkali itu juga menjadi salah satu solusi di wilayah yang terancam potensi megathrust dalam hal membangung dan menyiapkan tata kota,” lanjutnya.

Bencana lain yang sering terjadi ialah bencana hidrometeorologi basah. Sepanjang tahun 2024 terdapat 12 kabupaten kota di Sumatra Barat terdampak dari banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Kejadian tersebut sebabkan 39.314 warga terdampak dan 78.877 mengungsi serta 27 orang meninggal dunia

Pembelajaran dari Erupsi Gunung Marapi

Setiap kejadian bencana tentunya akan ada hikmah dan pembelajaran yang dapat dipetik serta menjadi pengingat di masa akan datang. Salah satunya peristiwa Erupsi Gunung Marapi tahun 2023 lalu.

“Saya ingin mengingatkan Desember 2023, kelalaian jangan sampai terjadi lagi, orang meninggal karena mendaki Gunung Marapi yang saat itu statusnya level 3 atau tidak boleh ada pendakian. Kemudian terjadi erupsi yang tidak menyebabkan kerusakan kampung sekitarnya, namun karena ada pendaki yang naik akhirnya menjadi korban kena awan panas guguran,” tegasnya.

Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya saat musim hujan melanda wilayah Gunung Marapi, menimbulkan bencana lainnya yaitu banjir lahar dingin hingga menerjang pemukiman warga.

“Kemudian bulan Mei hujan deras, muncul banjir lahar dingin, yang akibatkan meninggal 67 orang yang mengungsi empat ribu lebih,” ucapnya.

Pasca dua kejadian itu, pemerintah langsung melakukan relokasi kepada warga yang tinggal di dalam radius atau zona berbahaya.

“Sebagian sudah direlokasi di Tanah Datar dan Agam relokasinya sudah selesai. Dicek lagi masing-masing daerah, masyarakat yang tinggal di kawasan risiko bencana jarak 7 sampai 8 kilometer dari puncak Gunung Marapi sudah tidak boleh lagi ada yang tinggal di situ,” terangnya.

Pascabanjir lahar dingin BNPB memasang sensor dan sirine, untuk mencegah terjadinya potensi banjir lahar dingin ketika musim hujan lebat.

“Tempatnya di lokasi yang dijangkau masyarakat, mohon pemerintah daerah ikut mengawasi. Ini berguna ketika hujan deras dan akan timbul banjir lahar dingin, sirine akan berbunyi,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU