JAKARTA – Borneo FC Samarinda akan menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-30 Liga 1 2024/2025. Pesut Etam diunggulkan sebab Laskar Mahesa Jenar sedang terpuruk, namun pelatih Joaquin Gomez tetap waspada.
Sebelumnya diketahui, pertandingan antara PSIS Semarang vs Borneo FC Samarinda akan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (25/4) pukul 15.30 WIB.
Borneo FC tetap diunggulkan meski bertindak sebagai tim tamu, sebab mereka lebih baik ketimbang PSIS Semarang.
Borneo FC kini mengincar kemenangan, sebab sudah dua pertandingan beruntun mendapat hasil imbang. Kesempatan meraih tiga poin itu cukup terbuka bagi mereka jika menilik kondisi PSIS Semarang saat ini.
PSIS Semarang sedang terseok-seok, dimana Laskar Mahesa Jenar ada di posisi 16 klasemen sementara Liga 1, dengan mengoleksi 25 poin. Bahkan, mereka belum menang dalam lima pertandingan terakhirnya.
Meski begitu, Joaquin Gomez tetap menegaskan Borneo FC Samarinda harus waspada. “PSIS sekarang berada di posisi yang lemah karena mereka berada di zona degradasi dan mereka punya banyak tekanan untuk bisa mendapatkan poin. Jadi kami tahu akan jadi pertandingan yang sulit,” ungkap Joaquin, seperti dikutip Holopis.com dari situs resmi Liga 1.
“Sejak bulan Maret, meskipun mereka tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan sangat berbeda sekali dengan beberapa tim yang kami hadapi di pekan sebelum-sebelumnya. Mereka sangat fleksibel untuk bisa bermain dengan bola pendek atau bola panjang, terkadang mereka bisa menekan dan juga bertahan sangat dalam,” tambahnya.
Apalagi jadwal padat juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Karena detail-detail kecil dalam persiapan dan pemahaman strategi menjadi sangat penting di fase kompetisi yang semakin menekan ini.
“Namun karena ini fase yang sulit pada musim ini dengan jarak yang sangat dekat dan detail-detail kecil yang bisa membantu pemain dan mereka bisa mengerti serta membuat perbedaan pada saat pertandingan nanti guna mendapatkan 3 poin. Jadi itu yang menjadi fokus kami,” tutur Joaquin Gomez.
Dia juga menyoroti waktu bertanding yang diselenggarakan sore hari, dinilai akan menambah beban fisik pemain, terlebih lawan yang dihadapi sedang berjuang keluar dari tekanan.
“Pada minggu ini juga pemain akan bermain pada waktu yang sama yaitu di sore hari dan ini agak berat serta tentunya melawan tim yang punya tekanan tinggi untuk mendapatkan poin dan mereka lawan yang berbahaya karena mereka sulit untuk dikalahkan,” jelasnya.
Kendati demikian, Joaquin menerangkan bahwa kondisi sekarang justru dijadikan motivasi tersendiri agar bisa meraih hasil yang maksimal.
“Jadi ini akan menjadi tantangan yang bagus untuk kami karena saat kami terbuka maka saat itu juga kami siap untuk mendapatkan 3 poin tersebut,” imbuhnya.


